Debat publik Pilkada Kota Cilegon diikuti 4 paslon saat disiarkan di Stasiun Inews Tv, Sabtu (21/11/2020). Foto screenshoot tangkapan layar tv

CILEGON, SSC – Debat pulik perdana untuk Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Cilegon digelar di Stasiun Inews Tv pada Hari ini, Sabtu (21/11/2020) mulai pukul 14.30 hingga 17.00 wib.

Debat publik dengan tema bertajuk “Kota Industri Untuk Semua” dipandu oleh moderator, Aprilia Putri. Debat ini mempertemukan empat pasangan calon walikota dan wakil walikota Cilegon untuk beradu visi-misi dan gagasan yang telah dirumuskan masing-masing.

Pada debat tersebut, keempat paslon diberikan kesempatan untuk menyampaikan visi-misi dan program. Paslon nomor urut 1, Ali Mujahidin-Firman Mutakin diberi kesempatan pertama untuk memaparkannya.

Calon Walikota, Ali Mujahidin mengatakan,
ia dan pasangannya, Firman Mutakin merumuskan visi dan misi Kota Cilegon kedalam 12 cita-cita Kota Cilegon Mulia atau disebut Rolas Karse. Di mana visi paslon dari jalur independen (perseorangan) ini adalah melakukan perubahan Kota Cilegon untuk lebih berkualitas, adil makmur sentosa, maju, unggul, sejahera dan berakhlak mulia.

Untuk mewujudkan visi tersebut, paslon menuangkannya dalam 12 misi.
Yakni, mewujudkan Kota Cilegon dengan meningkatkan tata nilai masyarakat religius bermoral dengan mental yang kuat dan berkala mulia, kualitas kesehatan masyarakat yang manusiawi dan istimewa, kualitas mutu dan tata kelola Cilegon cerdas, unggul berdaya saing dan juga berakhlak mulia, pembangunan ekonomi dan UMKM yang mandiri dan berdaya saing.

“Keenam, peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat, peningkatan kualitas sarana dan prasarana inforastruktur pada kepentingan publik,” ujar Ali Mujahidin yang disapa Mumu ini.

Calon Wakil Walikota Firman Mutakin melanjutkan untuk memaparkan visi selanjutnya. Ia menyatakan, misi selanjutnya mewujudkan Kota Cilegon menjadi hijau, bersih, asri lestari dan ramah lingkungan, ketahanan pangan di Kota Cilegon dengan industri perikanan, pertanian dan peternakan, birokarasi yang profesional, anti korupsi, kolusi dan nepotisme.

Kemudian, keduanya juga ingin mewujudkan visi meningkatkan generasi emas, SDM Kota Cilegon yang berkualitas, berdaya saing, ungul memiliki berakhlak mulia, mewujudkan destinasi alam dan wisata industri yang berkearifan lokal.

“Mewujudkan kehidupan demokrasi yang dinamis, harmonis dan berkeadilan,” papar Firman.

Mumu melanjutkan, visi misi yang dirumuskan dituangkan beberapa program.
yakni program memperkuat peran pondok pesantren dan madrasah, membuka kesempatan 2 ribu lapangan pekerjaan dalam 100 hari pertama, melakukan revolusi terhadap pelayanan kesehatan, mewujudkan tempat usaha bagi UMKM di 8 kecamatan, pendidikan gratis.

“Kami akan mewujudkan pendidikan gratis plus, atau tidak ada lagi kedepan biaya buku LKS, dan keenam mewujudkan kota cilegon go tecno 4 smart city agar Cilegon maju menjadi kota yang cerdas,” tuturnya.

Baca juga  Gawat! Ruang Isolasi Pasien Corona di Trans Hotel Cilegon Overload.

Pada sesi pemaparan visi misi, paslon nomor urut 2, Ratu Ati Marliati dan Sokhidin mendapat giliran selanjutnya.

Calon Walikota Ratu Ati marliati mengungkapkan, visi yang dirumuskan paslon Ati-Sokhidin yaitu Cilegon sukses, mandiri dan berdaya saing.

Ia menyebut sekurang-kurangnya ada lima misi penting mewujudkan visi yang telah dirumuskan yakni dengan memantapkan pembangunan Kota Cilegon lewat sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing, kemudian daya saing perekonomian daerah. Lalu juga memantapkan pengelolaan tata ruang dan sumber daya alam, lingkungan hidup, sarana dan prasarana kota yang berkualitas sebagai identitas diri dan penggerak ekonomi masyarakat.

“Memantapkan tata kelola pemerintah yang bertanggungjawab, berwibawa, serta pemerataan pelayan publik yang berkualitas,” ujar Ati.

Dalam implementasinya, dilanjutkan Ati, visi misi yang dirumuskan akan tercapai melalui 9 program sukses.

“yaitu sukses bina imtak Cilegon, sukses keluarga Cilegon sehat, sukses SDM berkualitas, sukses agro bahari Cilegon, sukses ekonomi kreatifitas, sukses Cilegon hijau, sukses birokarsi handal, sukses infrastruktur wilayah dan terakhir sukses dpw-kel,” paparnya.

Sementara, pasangan nomor urut 3, Iye Iman Rohiman dan Awab menyampaikan visi-misi dan programnya. Calon Walikota Iye mengawalinya dengan memaparkan sejarah Kota Cilegon.

Ia menyatakan, terbentuk Kota Cilegon Tahun 1999 memberikan harapan untuk masyarakat yang lebih sejahterra, adil makmur. Akan tetapi setelah 21 tahun berlalu, harapan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat Cilegon tampaknya penuh dengan ketidakpastian. Oleh karena itu, disampaikan Iye, yang tidak pasti harus segera dihentikan untuk menciptakan Kota Cilegon yang maju.

Iye kembali melanjutkan, dalam proses pencapaian daerah yang berkelanjutan, Kota Cilegon menghadapi beberapa permasalahan utama. Tingginya angka pengangguran, masih banyaknya penduduk yang miskin, kesenjangan ekonomi, banjir dan kualitas infrastruktur yang kurang baik.

“Jika dikelola dengan baik, keberadaan sektor industri, perdagangan dan jasa serta investasi seharusnya mampu memberikan dampak positif untuk pertumubuhan ekonomi, penyerapan tenaga kerja, peningkatan pada sektor lainnya,” ungkapnya.

Dengan latar belakang tersebut, papar Iye, ia dan pasangannya, Awab merumuskan visi dengan mewujudkan Kota Cilegon yang maju berbasis industri, perdagangan dan jasa melalui Ukhuwah Wathaniah.

Kemudian dengan visi tersebut, Iye-Awab merumuskan misi dengan mendayagunakan berbagai sektor mulai dari memdayagunakan tata kelola pemerintahan yang baik, mendayagunakan industri, perdagangan dan jasa demi perekonomian daerah yang kuat dan berdaya saing. Kemudian mendayagunakan iptek dalam pembangunan SDM berbasis Ukhuwah Wathaniah, mendayagunakan tata ruang dan infrastruktur yang humanis, sarana dan prasanana pelayanan berkualitas untuk Kota Cilegon maju.

Baca juga  Lahan Kuburan di Cilegon Bisa Tampung 700 Jenazah Pasien COVID-19

Visi dan misi Iye-Awab ini dituangkan ke dalam 7 program. Yakni, maju dan bersih dalam tata kelola pemerintahan, maju dan profesional dalam struktur industri, perdagangan dan jasa, maju dan berilmu dan berpengetahuan dalam bingkai Ukhuwah Wathaniah, maju dan humanis mengelola inforastruktur, maju dalam kualitas pelayanan, maju dalam ketenaga kerjaan.

“Maju berdaya saing sektor UMKM,” paparnya.

Pasangan nomor urut 4, Helldy Agustian dan Sanuji Pentamarta mendapat kesempatan terakhir dalam pemaparan visi-misi.

Calon Walikota Helldy Agustian menyatakan, ia dan pasangannya, Sanuji maju di Pilkada Cilegon dengan merumuskan visi mewujudkan Kota Cilegon yang baru, modern dan bermartarbat.

Makna Cilegon baru, papar Helldy, adalah pemerintah Kota Cilegon kedepan dapat menjadi motor penggerak. Di mana harus dilakukan perubahan, perbaikan dan kualitas daripada pelayanannya. Helldy-Sanuji dengan konsep Cilegon baru kedepan menginginkan pemerintah Kota Cilegon melayani bukan dilayani.

Kemudian, Helldy menjelaskan makna Cilegon modern. Dikatakan Helldy, Cilegon Modern adalah pemerintah Kota Cilegon kedepan akan menjadi adaptif terhadap teknologi, fasilitas umum, kesejahteraan dan juga kepuasan masyarakat harus dapat terukur.

Tentang makna Cilegon bermartabat, papar Helldy, pada dasarnya Kota Cilegon adalah kota santri. Nilai-nilai budayanya, babasan serta mengenai sejarah Geger Cilegon harus di junjung dan dihormati.

Oleh karena itu, Helldy-Sanuji untuk mewujudkan visi ini menuangkannya kedalam 5 misi. Yakni fokus pada pemerintahan, pendidikan, kesejahteraan, kesehatan dan peradaban.

Sanuji yang melanjutkan paparan Helldy menjabarkan misi yang disebutkan. Yakni akan menjadikan pemerintah yang profesional dan akuntabel, bersih dari korupsi dan semangatnya melayani. Kemudian jabatan dikelola secara profesional, smart city serta good governance, pendidikan dan fasilitasnya berkualitas. Selanjutnya juga akan meningkatkan kesejahteraan dengan menerapkan pendidikan 12 tahun. Untuk kesehatan, keduanya akan meningkatkan kualitas rumah sakit dan juga menjamin kesehatan lewat BPJS bagi orang miskin dan kesejahteraan pelayanan untuk orang miskin.

“Peradaban kita akan menggunakan dan menjunjung tinggi nilai luhur agama, budaya dan istiadat-istiadat dan menjadikan Cilegon mempesona,” papar Sanuji. (Ronald/Red)