20.1 C
New York
Jumat, Mei 1, 2026
BerandaPemerintahanDemi Majukan Ekonomi Daerah, Pemkot Cilegon Diminta Bantu Akomodir Pengusaha Lokal

Demi Majukan Ekonomi Daerah, Pemkot Cilegon Diminta Bantu Akomodir Pengusaha Lokal

-

CILEGON, SSC – Pemerintah Kota Cilegon diminta untuk bisa membantu dan memberi perhatian kepada para pengusaha lokal. Hal ini diminta karena masih banyak industri di Cilegon yang lebih mengakomodir pengusaha luar Cilegon ketimbang pengusaha lokal.

Ketua Umum Forum Komunikasi Pengusaha Cilegon, Husen Saidan mengatakan, keinginan pengusaha lokal berkontribusi untuk Cilegon sangatlah tinggi. Namun niat itu masih belum banyak mendapat tempat di kalangan industri. Karena saat ini industri lebih mengedepankan pengusaha luar Cilegon. Agar dapat membantu keberlangsungan usaha para pengusaha lokal, pihaknya mendorong Pemkot bisa turun terlibat memberi perlindungan.

“Pertemuan ini kaitan dengan masalah kesempatan pengusaha lokal mendapat prioritas kesempatan di Kota Cilegon. Ini harus ada nota kesepakatan pemerintah dengan pelaku industri di Cilegon. Kita mendorong supaya ada gerakan serius bisa bekerja di daerah kita sendiri di Cilegon,” ungkap Husen usai pertemuan pengusaha lokal, LSM dan sejumlah elemen masyarakat dengan Walikota dan Wakil Walikota, Helldy Agustian-Sanuji Pentamarta di Puspemkot Cilegon, Senin (31/5/2021).

Dorongan membantu pengusaha lokal, kata Husen, sebenarnya secara langsung memberi dampak dan pengaruh kepada Pemkot sendiri. Karena selama ini pengusaha luar daerah yang bekerjasama dengan industri dinilai tidak memberi banyak konstribusi untuk Cilegon.

Sebaliknya jika Pemkot membantu mengakomodir pengusaha lokal maka pendapatan seperti pemungutan pajak daerah akan bisa dimanfaatkan untuk Kota Cilegon.

“Yang ada di lapangan ini kan, banyak perusahaan luar, yang pajaknya keluar. Semestinya tujuannya bagaimana (memprioritaskan pengusaha lokal) bisa mendongkrak PAD (pendapatan asli daerah),” bebernya.

Ia berharap, upaya Pemkot membantu pengusaha lokal dapat juga didorong juga dengan payung hukum baik itu Peraturan Walikota atau Peraturan Daerah. Hal itu demi melindungi pengusaha lokal. .

“Selama ini belum ada payung hukum yang melindungi pengusaha lokal. Ini sangat melemahkan kita. Ke depan perlu aturan atau perwal. Tentu juga harus ada komunikasi dengan parlemen dan lembaga terkait,” terangnya.

Sementara, Ketua Komunitas Masyarakat Cilegon, Maman Hilman juga mengatakan sama. Ia menyatakan, Kota Cilegon sebagai gerbang investasi di Banten merupakan potensi besar bisa menyerap tenaga kerja dan juga memberdayakan pengusaha lokal. Ia berharap, Walikota Helldy bisa membantu mengakomodirnya. Karena jika itu dilakukan secara langsung program penyerapan tenaga kerja bisa terealisasi.

“Jadi kalau investor masuk, pak Wali bisa membantu memberdayakan pengusaha lokal. Kedua saat pabrik dibangun bisa memaksimalkan tenaga kerja lokal. Tentu ini jadi PR kita bersama, dan kami mendorong program pak wali tentang tenaga kerja bisa terealisasi,” tandasnya.

Ditempat yang sama, Walikota Helldy mengapresiasi pertemuan yang dijalin para pengusaha lokal dan sejumlah elemen masyarakat bersama dengan Pemkot. Karena masukan yang disampaikan memiliki satu persepsi yang sama dengan Pemkot terutama merealisasi program penyerapan tenaga kerja.

“Masukan mereka penting, bersama program kita. Notabene ada kesamaan dengan program kita,” paparnya.

Prinsipnya, kata Helldy, masukan itu akan dievaluasi oleh pihaknya. Karena saat ini dia dan Wakil Walikota, Sanuji Pentamarta masih fokus membenahi ASN. Kemungkinan dua bulan ke depan akan dibantu untuk diakomodir ke industri.

“Saat ini kita sedang mendahulukan ASN. Karena waktu 5 tahun menjadi 3,5 tahun, kan harus cepat bergerak. Kita menyamakan persepsi di internal dahulu. Mungkin 2 bulan akan kita intens dengan industri seperti yang sebelumnya sempat kita panggil industri,” pungkasnya. (Ronald/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen
- Advertisment -DEWAN 2