20.1 C
New York
Sabtu, Juni 6, 2026
BerandaPemerintahanCat Kantor Pemerintah Diubah Warna Pilkada Helldy-Sanuji, Parlemen Ingatkan OPD Jangan Ikut-ikutan...

Cat Kantor Pemerintah Diubah Warna Pilkada Helldy-Sanuji, Parlemen Ingatkan OPD Jangan Ikut-ikutan Arus Politik

-

CILEGON, SSC – Kebijakan Pemerintah Kota Cilegon merubah cat sejumlah kantor OPD serta Kantor Walikota dengan warna biru toska dan oranye menuai polemik ditatanan wakil rakyat. Kebijakan merubah cat yang identik dengan komponen warna yang digunakan Walikota dan Wakil Walikota, Helldy Agustian-Sanuji Pentamarta menghiasi desain grafis, poster, banner, baliho saat Pilkada 2020 ini dinilai berlebihan.

Ketua DPRD Cilegon Isro Miraj mengaku, pemerintahan di era Helldy-Sanuji dinilai masih belum dewasa dalam berpolitik. Sebab, adanya instruksi kepala daerah meminta merubah warna cat seolah menarik OPD dalam arus politik.

Menurut Politisi Partai Golkar ini, hal itu tidaklah perlu dilakukan. Yang semestinya dilakukan bagaimana kepala daerah membangun komunikasi dengan parpol secara harmonis.

“Semestinya harus dewasa dalam berpolitik. Masuk logika kah semua OPD harus merubah warna gedung mereka menjadi warna partai? Lagi pula di Cilegon ini tidak hanya satu partai saja melainkan banyak partai. Semestinya bangunlah komunikasi dan hubungan harmonis. Tapi kenyatannya ini masih membuat kegaduhan di Cilegon,” kata Isro kepada Selatsunda.com ditemui di ruang kerjanya, Senin (31/5/2021).

Sementara itu, Anggota DPRD Cilegon Fatuhrohmi mengingatkan kepada seluruh OPD tidak berlebihan menganti seluruh wana cat gedung menjadi warna Pilkada Helldy-Sanuji. Semestinya, OPD bisa menunjukan tugas dan tanggung jawabnya dalam mensejahterakan masyarakat. Tetapi buukan malah ikut-ikutan berpolitik.

“Bagi saya, kalian (pemerintahan) tidak hanya lebay tapi sangat sangat lebay! Seharusnya, fungsi OPD ini bukan kepanjangan tangan untuk kepentingan politik. Tapi, bagaimana OPD ini bisa menjalankan fungsi birokrasi secara efektif dalam mensukseskan program walikota dan wakil walikota,” tegas Fatuhrohmi.

Menurut Politisi Partai Gerindra, OPD tidaklah pantas ikut-ikutan dalam berpolitik. OPD seharusnya bekerja netral dan ebih baik menyelesaikan tugas dan fungsinya sebagai pelayan masyarakat.

“Sekarang itu bukan lagi satu warna di sini (Cilegon) tapi banyak warna. Tidak elok kalau birokrat ikut campur dalam warna partai. Kami (DPRD) Cilegon akan lebih mengapresiasi jika pemerintahan ini menunjukan terobosan-terobosan terbarunya. Jadi kami peringatkan supaya OPD tidak gegabah dalam hal ini,” tegasnya.

Senada dengan Fatuhrohmi, anggota DPRD lainya, Erik Rebiin menilai Pemkot Cilegon terlalu gegabah dengan warna yang mencolok di kantor pemerintahan.

“Cilegon ini bukan hanya milik 1-2 orang saja. Tapi semua orang. Jadi gak usah mencolok warna jadi warna biru toska dan oranye. Jika tidak bisa mengakomodir semua warna, lebih baik warna netral,” pungkas Erik. (Ully/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen
- Advertisment -DEWAN 2