Walikota Serang, Syafrudin dan Wakilnya, Subadri Ushuludin menemui mahasiswa saat aksi pada Peringatam HUT Ke 13 Kota Serang di DPRD Kota Serang, Senin (10/8/2020). Foto Ronald/Selatsunda.com

SERANG, SSC – Aksi unjuk rasa puluhan mahasiswa gabungan di depan DPRD Kota Serang dalam Rapat Paripurna Peringatan HUT Ke 13 Kota Serang, Senin (10/8/2020) direspon oleh Walikota Serang, Syafrudin dan Wakilnya, Subadri Ushuludin. Pasangan Aje Kendor ini langsung menyambangi mahasiswa setelah menyampaikan sejumlah tuntutan aksi.

Tampak usai rapat paripurna, keduanya langsung menemui mahasiswa di depan halaman kantor dewan. Syafrudin dan Subadri bertemu dan langsung menjawab tuntutan mahasiswa.

Syafrudin yang menanggapi tuntutan mahasiswa mengenai hak-hak kaum disabilitas mengakui pemenuhan hak masih belum bisa terpenuhi di tahun 2020. Ia menyatakan, Perwal yang menjadi payung hukum hak kaum difabel sampai saat ini baru digodok pada Agustus dan selesai di September 2020.

Ia mengungkapkan, implementasi perwal ini tidak bisa dilaksanakan pada APBD Perubahan 2020 karena terkendala kondisi Covid-19. Pelaksanaannya baru bisa terealisasi pada 2021.

“Di 2020 ini belum bisa melakanakaan apa yang diharapkan disanilitas. Pertama perwal baru dibuat di 2020, perwal juga belum selesai digodok. Bilamana di Agustus selesai, perda bisa masuk di bulan september. Layaknya di (APBD) Perubahan tidak mungkin, paling tidak itu maksimalnya di 2021,” ungkap Syafrudin dihadapan mahasiswa.

“Karena anggaran habis sama Covid. Mudah-mudahan di anggaran 2021, yang dibutuhkan bisa direalisasi di Dinsos,” sambungnya.

Syafrudin sempat juga menyinggung soal momitmen pemerintah mengenai lapangan kerja untuk kaum difabel. Ia meminta Sekda, Urip Henus agar kedepan bisa memporsikan lapangan kerja bagi kaum disabilitas di OPD masing-masing sebesar 20 persen.

“Insya Allah pak Sekda, ini harus bekerja di OPD-OPD. Dari 100 persen, 20 persen bisa diisi oleh disabilitas,” ungkap orang nomor satu Kota Serang ini disambut tepuk tangan mahasiswa.

Sementara, Wakil Walikota Serang, Syafrudin menambahkan kaitan pertanyaan mahasiswa mengenai fasilitas sarana prasarana kaum difabel di Kota Serang. Ia menyatakan, upaya penyediaan fasilitas sudah mulai dibangun di beberapa ruang publik seperti di Alun-alun dan Stadion Maulana Yusuf. Hanya saja karena Covid-19, pembangunan fasilitas pada 2020 tertunda. Ia harapkan baik revitalisasi dan penyediaan hak kaum disabilitas terpenuhi tahun depan.

“PUPR sudah menyiapkan bangunan khusus buat kaum disabilitas. Termasuk revitalisasi alun-alun yang tahun ini kena Covid-19 diharapkan hal-hak difabel bisa dibuatkan,” tuturnya.

Selain soal hak kaum disabilitas, Syafrudin-Subadri juga menginggung mengenai kemiskinan, pengangguran, persampahan dan lainnya. Soal kemiskinan, Syafrudin mengutarakan upaya pengentasannya sudah gencar dilakukan Pemkot. Bukan saja melalui sumber APBD daerah tetap penanganan masalahnya juga turut campur tangan pemerintah pusat. Seperti bantuan-bantuan pusat yang diprioritaskan di Keecamatan Kasemen sebagai wilayah kemiskinan tertinggi di Kota Serang. (Ronald/Red)