CILEGON, SSC – Penyelesaian persoalan hujan pasir dan keresahan banjir yang dikeluhkan warga Rawa Arum, Kecamatan Grogol terhadap PT Lotte Chemical Indonesia (LCI) tidak ditempuh lewat jalan unjuk rasa. Jalan penyelesaian tersebut dilakukan dengan mediasi yang dlaksanakan di Polsek Pulomerak.
Kapolsek Pulomerak, AKP Rifki Seftrian mengatakan, pihaknya tidak mengizinkan adanya agenda aksi unjuk rasa. Hal itu tegas dilakukan pihaknya mengingat saat ini masih dalam kondisi pandemi Covid-19 dan musti dicegah penyeberannya.
“Jika unjuk rasa diizinkan, maka akan terjadi kerumunan massa. Maka itu, kami menggantikan agenda itu dengan sebuah pertemuan guna audiensi,” ujar Rifki saat ditemui di Polsek Pulomerak, Rabu (16/12/2020).
Rifki mengatakan, audiensi yang dimulai pukul 13.30 WIB berjalan secara kondusif. Pertemuan tersebut, kata dia, justru menghasilkan keputusan yang memberi solusi kedua pihak baik warga maupun perusahaan.
“Tadi sudah dibuat kesepakatan bersama, baik itu terkait potensi banjir atau debu pasir. Tinggal implementasinya seperti apa, tinggal pemerintah tingkat kelurahan nanti yang memantau,” ujarnya.
Informasi yang berhasil dihimpun terdapat 6 kesepakatan yang telah disetujui oleh pihak PT LCI dan masyarakat Rawa Arum. Diantaranya pihak perusahaan akan memasang jaring untuk mengantisipasi debu pasir. Kemudian, kedua pihak juga bersepakat untuk membentuk tim bersama dalam mengatasi persoalan banjir.
Sementara, Tokoh masyarakat Rawa Arum Husein Saidan mengungkapkan, pertemuan warga dan perusahaan membuahkan kesepakatan. Saat ini pihak manajemen PT LCI telah menandatangani permintaan atas keluhan yang disampaikan warga.
“Sekarang sudah clear, pihak perusahaan sudah menandatangani,” paparnya.
Husein tidak menampik, kedua pihak dalam penanganan banjir rencananya akan membentuk tim bersama. Dalam kesepakatan itu, perusahaan akan membuat saluran pembuangan air khusus untuk mengantisipasi banjir.
“Selama ini kan saluran air pihak Lotte menggunakan saluran milik KIEC, ukurannya terlalu kecil. Pada pertemuan tadi, pihak Lotte siap membuat saluran sendiri. Sehingga dibuatlah tim bersama,” tandasnya.
Selain Kapolsek Rifki, Tokmas Husein Saidan, sejumlah perwakilan masyarakat dan pemuda Rawa Arum turut hadir juga manager PT LCI Mr Park Jong Do, manajer PT LCTN Marijono, pada pertemuan tersebut.
Manajer PT LCTN, Marijono mengapresiasi pertemuan membuahkan kesepakatan bersama warga. Pihaknya dalam mengantisipasi hujan pasir akan memasang pasir setinggi 3 meter. Jika kondisi tidak lagi hujan, perusahaan akan melakukan penyemprotan agar debu bisa diminimalisir.
“Jadi kita pasang jaringan setinggi 3 meter. Kemudian kalau musim kemarau atau tidak hujan lagi, kita pasang semprotan yang otomatis itu. Itu kan mengurangi dan menghilangkan debu,” terangnya.
Terkait kompensasi untuk warga yang terdampak hujan pasir, kata dia bukan bentuk kompensasi. Tetapi perusahaan akan memberikan pelayanan pengobatan kepada masyarakat.
“Jadi kita akan memberi pengobatan sesuai dengan kategori dampak dari debu itu tadi.
Kalau debu kan mata dan pernafasan. Nah itu kita akan bantu diperiksa dokter perusahaan,” pungkasnya. (Ronald/Red)

