20.1 C
New York
Jumat, April 17, 2026
BerandaPeristiwaDermaga 7 di Merak Ditutup Sementara Pasca Insiden Kapal Tubrukan di Bakauheni

Dermaga 7 di Merak Ditutup Sementara Pasca Insiden Kapal Tubrukan di Bakauheni

-

CILEGON, SSC – Dua kapal penyeberangan mengalami insiden di Pelabuhan Bakauheni, Lampung akibat angin kencang dan gelombang tinggi. Kejadian itu mengakibatkan bongkar muat kapal di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon terganggu.

Kejadian pertama, KMP Nusa Agung menubruk rambu suar di Dermaga Pelabuhan Bakauheni di Dermaga 7, Kamis (31/10/2019) malam hari. Kapal mengalami kerusakan sobek di bagian lambung sehingga diputuskan bersandar sementara di Dermaga 6 untuk perbaikan. Kejadian selanjutnya, pada Jumat (1/11/2019), KMP Mustika Kencana menubruk dermaga 2. Fasilitas Gangway dan Sidetream mengalami kerusakan. Otoritas kemudian memutuskan tidak mengangkut penumpang pejalan kaki namun dermaga tetap dioperasikan.

“Kalau Dermaga 2 Bakauheni yang tadi ditabrak, gangway dan sidetreamnya, memang tidak bisa dipakai jadi hanya bisa dipakai untuk kendaraan. Jadi dermaganya masih difungsikan,” ujar Kepala Balai Transportasi Darat (BPTD) Banten, Nurhadi dikonfirmasi.

Nurhadi menerangkan, insiden KMP Mustika di dermaga II Bakauheni tidak menganggu lintasan keluar masuk di Pelabuhan Merak. Namun karena KMP Nusa Agung masih diperbaiki di Dermaga 6 Bakauheni, secara otomatis dermaga 7 Pelabuhan Merak yang menjadi dermaga pasangannya ditutup sementara.

“Jadi kenapa dermaga 7 Merak tidak dioperasionalkan, karena pasangannya disana (Pelabuhan Bakauheni) tidak ada. Dipakai untuk KMP Nusa Agung untuk perbaikan itu. Kalau dipakai (Dermaga 7 Merak), jadwalnya nggak karu-karuan nantinya,” tuturnya.

Saat ini, kata dia, pihanyak masih menunggu perbaikan KMP Nusa Agung selesai. Baru kemudian Kapal Engker Dermaga 6 Bakauheni dan Dermaga 7 Pelabuhan Merak dioperasikan.

“Sekarang sedang proses pengeringan. Itu sedang di las di under water. Itu sudah selesai dan sedang proses pengeringan,” tandasnya.

Sejauh ini, pelayanan penunpang di lintasan Peeyeberangan Pelabuhan Merak-Bakauheni masih normal. Sekalipun dua dermaga di lintasan itu tidak dioperasikan. Untuk diketahui selain pasangan Dermaga 6 Bakauheni-Dermaga 7 Merak ditutup sementara, pasangan dermaga 4 ditutup karena dalam perbaikan total. Kapal, kata dia, tetap dioperasikan normal dengan jumlah 26 armada.

“Ada lima dermaga yang dioperasikan. Untuk dermaga 4 itu sesang dibongkar, pembetulan,” paparnya.

Sementara, General Manajer ASDP Merak, Solikin membenarkan ada kejadian sejumlah fasilitas di Pelabuhan Merak mengalami kerusakan akibat cuaca yang tidak bersahabat.
Menurut dia, kejadian itu terjadi saat peralihan musim dari kemarau ke musim penghujan.

“Memang bulan ini, bulan-bulan pancaroba dari oktober menginjak november. Memang kita belum bisa memprediksi, kapan terjadi angin kencang, terjadi anomali. Nah ini tadi ada suatu peringatan bagi kita, untuk lebih antisipasi karena tendanya terbawa angin,” tuturnya.

Pihaknya masih terus melakukan pemantauan pasca insiden untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi. Pihaknya juga intens menganalisa berita cuaca atau peringatan dini yang disiarkan BMKG.

“Saya rasa BMKG selalu secara terus menerus mengeluarkan berita. Tinggal nanti kita komunikasikan lebih detail lagi, sehingga lebih cepat. Komunikasi bisa lebih intens lagi dengan BMKG, BPTD, KSOP, Gapasdap dan lainnya,” pungkasnya. (Ronald/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini