CILEGON, SSC – Kepolisian Resort Kota Cilegon mendata preman yang tersebar. Dari pendataan tersebut tercatat 150 preman tersebar di duat titik, Merak dan sepanjang jalan protokol.

“Dari hasil pendataan yang kita lakukan ada 150 preman di Kota Cilegon. Preman-preman ini biasanya mangkal di wilayah Merak dan jalan protokol,” kata Kapolres kepada Selatsunda.com, Senin (7/9/2018).

Rizki menambahkan, data yang dimiliki itu diperoleh berdasarkan kegiatan Cipta Kondisi yang dilakukan oleh seluruh Polsek di Wilayah Hukum Polres Cilegon.

“Semua polsek yang ada di wilhum Polres Cilegon selalu mengadakan Cipta Kondisi dalam mengantisipasi keberadaan para preman,” tambah Rizki.

Terkait dibentuknya Satgas Anti begal yang dilakukan oleh Polri, Rizki sangat mendukung upaya itu.  Menurutnya,  Keberadaan satgas itu turut bertujuan untuk menjaga keamanan Asean Games yang akan dilakukan pada 18 Agustus hingga 2 September di Gelora Bung Karno, Jakarta.

“Kita ketahui, Jakarta sebagai ibu kota memang berturut-turut telah terjadi kejahatan yang dilakukan oleh para preman. Oleh karena itu, untuk perlu adanya cipta kondisi di wilayah tersebut,” ujar Rizki.

Mantan Penyidik KPK ini pun mengaku, di Kota Cilegon semua titik kejahatan menjadi konsen utama.

“Semua titik jadi konsen utama kami. Begitu juga di wilayah Merak yang menjadi pintu masuk maraknya calo-calo dan preman yang mengganggu para masyarakat,” sambungnya.

Terkait dengan intruksi Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang meminta untuk menembak mati keberadaan begal, papar Rizki, tindakan itu akan diukur dan disesuaikan anggota saat berada di lapangan.  Menurutnya, setiap anggota memiliki penilaian sendiri untuk  menembak mati para begal.

“Hak diskresi prerogratif seorang anggota Polri di lapangan dalam untuk melakukan apa. Kapolri menyuruh kita untuk melakukan penindakan tegas namun terukur,” jelas Rizki. (Ully/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here