CILEGON,  SSC – Sebanyak 4 Penyelam dari China National Offshore Oil Corporation (CNOOC) turun ke dasar laut mengecek kebocoran pipa gas di Perairan Bojonegara,  Kabupaten Serang.

“Sudah ada penyelaman dari CNOOC tadi malam sekitar jam 22.00 WIB.  Hasilnya kami belum tahu.  Ada sekitar 4 orang yang turun, ” ujar Kepala Seksi Patroli dan Penyidikan KSOP kelas I Banten,  Novan Adhianto dikonfirmasi,  Selasa (10/7/2018).

Novan menyebutkan,  air laut yang sebelumnya menyembur ke permukaan akibat kebocoran pipa gas CNOOC sudah berhenti. Saat ini, penyebab kebocoran itu masih diselidiki oleh Ditpolair Polda Banten.

“Itu (setelah kejadian) kan sudah dikunci. Sekarang tinggal tunggu hasil (penyelam) CNOOC ini.  Tersangkut atau sobek,  kita belum tahu hasilnya. Untuk pemeriksaannya ada di Polair,” paparnya.

KM Lumoso Raya diketahui berada di lokasi saat kejadian. Kuat diduga,  jangkar kapal berbedera dalam negeri dengan ukuran panjang 150 meter itu menyobek pipa hingga menyemburkan gas ke permukaan laut.

“Dia kan keluar dari galangan PT SMI.  Dia labuh saja,  trial. Labuh ditempat aman. Mungkin karena gelombang,  Itu nyangkut pipa. Tetapi kami masih belum tahu, seperti apa penyebabnya,” tandasnya.

Diketahui sebelumnya,  Pipa Gas bawah laut yang ada di Perairan Bojonegara,  Kabupaten Serang,  Bocor,  Senin (9/7/2018). Tekanan kebocoran gas itu membuat air menyembur ke permukaan laut. Kejadian diketahui oleh KN Trisula dan petugas jaga KN 333 KSOP Banten sekitar pukul 09.45 WIB.  Petugas yang mengetahui itu langsung bergerak kelokasi. Posisi air yang menyembur diketahui berada pada  posisi 05-55-52.S / 106-07-075.E sekitar Pulau Panjang, Bojonegara. (Ronald/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here