Para pelanggan memadati lapak pedagang hp yang membuka lapaknya di depan pintu Mal Cilegon,” Rabu (11/8/2021). Foto : Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Sejumlah pedagang handphone menjual barang dagangannya di pintu masuk Mal Cilegon, Rabu (11/8/2021).

Pedagang terpaksa berjualan di depan mal lantaran lapak mereka ditutup sementara akibat pembatasan kegiatan saat penerapan PPKM Level 4.

Seorang pedagang handphone, Tobi mengatakan, pembatasan berjualan sudah diberlakukan sejak 3 Juli lalu. Mal, kata dia, hanya membuka aktivitas berjualan di lantai satu. Sementara di lantai 2 dan 3 ditutup sementara.

Para pedagang handpone ngelapak di pintu masuk mal.

Lantaran dibatasi, dirinya harus berjualan di depan pintu masuk mal. Kalau tidak begitu, ia tak dapat penghasilan.

“Karena dibatasi untuk lantai satu saja, sebelum PPKM mereka tidak berdagang di sini. Kami butuh makan. Kalau gak begini, kami mau makan apa?,” kata Tobi.

Baca juga  Helldy-Sanuji Dengan Elit Parpol Cilegon Makan Siang Satu Meja, Bicara Konsolidasi Politik?

Senada dengan Tobi, pemilik lapak lainnya, Kamso Sujarwo menjelaskan, dirinya sebelum PPKM darurat diterapkan biasa berdagang di lantai dua mal.

“Semenjak PPKM Darurat 3 Juli lalu saya harus turun ke lobi mal untuk tetap berdagang,” jelasnya.

Kamso mengaku, tidak ada jalan lain harus berjualan bak pedagang kaki lima (PKL). Itu dilakukan demi tetap bertahan hidup saat PPKM.

“Mau gimana lagi. Biar jualan saya laku jadi kaya PKL lah. Sebenarnya enggak mau juga seperti ini, tapi harus bagaimana lagi buat makan. Bantuan dari pemerintah juga sampai sekarang belum ada,” pungkasnya. (Ully/Red)