Foto ilustrasi

CILEGON, SSC – Seorang remaja di Lingkungan Ciriu, Kelurahan Samang Raya, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon meregang nyawa diduga mengkonsumsi narkoba jenis tramadol. Sebelum meninggal, remaja inisial VM berusia 17 tahun ini mengalami kejang-kejang.

Kapolsek Ciwandan AKP Ali Rahman mengatakan, awalnya peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (14/4/2021). Sebelum meninggal dunia, korban bersama 6 orang temannya yakni BA (19), MDA (17), RA (17), SM (16), MYF (17), AS (18) membeli tramadol sebanyak 10 butir ke seorang pedagang di wilayah Krenceng, Kelurahan Kebonsari Kecamatan Citangkil sekitar pukul 23.00 WIB.

Usai membeli obat, korban bersama seorang rekannya, BA pergi ke pinggir jalan di dekat jembatan Lingkungan Klelet, Kelurahan Warnasari, Kecamatan Citangkil untuk mengkonsumsi obat terlarang yang dibeli. Setelah mengkonsumsi, korban dan BA bertemu dengan rekan korban lainnya, MDA, MYF, RA, AS dan S di depan sekolah SDN Samangraya 2 untuk berkumpul.

Baca juga  Libur Lebaran, Warga Luar Banten Dilarang Wisata ke Anyer

Berselang 2 jam kemudian, lanjut Kapolsek, korban dan rekannya berangkat ke Jalan Lingkar Selatan (JLS) untuk menonton perang sarung. Di dalam perjalanan menuju JLS, rekan korban AS melihat korban mengalami kejang-kejang.

Melihat kejang-kejang, teman korban MYF langsung membawa korban ke SPBU di Krenceng untuk menganti pakaian. Seusai menganti pakaian, dua rekan korban MDA dan MYF langsung mengantar korban ke rumah kediaman di Samang Raya.

Namun naas pada Jumat (16/4/2021) sekitar pukul 01.00 dini hari, korban dilaporkan meninggal dunia.

“Atas kejadian ini, kami (Polsek Ciwandan) mengamankan 6 orang sanksi atas kejadian meninggalnya VM ke Mapolsek Ciwandan. Dan akan mengembangkan perkara atas beredar luasnya peredaran obat-obatan terlarang di Kota Cilegon,” kata Ali dikonfirmasi Selatsunda.com, Sabtu (17/4/2021).

Baca juga  Wakil Walikota Sanuji Jual 'Jas Kemenangan' Pilkada Bantu Warga di Palestina

Ali menambahkan, jika pihak keluarga korban menolak autopsi dengan alasan hal tersebut merupakan musibah.

“Pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi dan korban langsung dikebumikan,” ujarnya. (Ully/Red)