Kondisi memprihatinkan Gedung Puskesmas Citangkil II hingga saat ini belum mendapat perhatian Pemkot Cilegon,” Jumat (16/4/2021). Foto : Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Gedung Puskesmas Citangkil II, Kota Cilegon kondisinya cukup memprihatinkan. Gedung yang belum lama ditempati ini di beberapa area mengalami kerusakan.

Kepala Puskesmas II Citangkil, dr Muhamad Arif Gunawan mengatakan, di beberapa bagian kantor saat ini kondisinya rusak. Seperti, plafon bagian depan gedung hampir roboh. Selain itu, sarana saluran air pun tidak pernah mengalir ke dalam puskesmas.

“Iyah plafonnya sudah hampir roboh. Dinding semua ruangan pun banyak yang retak. Kalau musim hujan pasti selalu banjir. Yang parahnya, tak ada air di sini. Jadi kasihan aja masyarakat yang akan melakukan pemeriksaan di puskesmas ini,” kata Gunawan saat dihubungi Selatsunda.com,” Jumat (16/4/2021).

Baca juga  Polda Banten Siapkan Sistem Buka Tutup Akses Wisata Anyer Saat Libur Lebaran

Gunawan mengaku, jika kondisi gedung rusak sudah terjadi sejak sejak 2020 lalu. Ia menginginkan agar gedung diperbaiki. Selain gedung, pihaknya juga meminta Pemkot dapat menyediakan akses jalan memadai agar masyarakat terjangkau ke puskesmas.

“Saya tempati juga sudah rusak parah gedungnya. Enggak tahu kenapa di kasih gedung dengan kondisi begini. Keinginannya sih, ada perhatian untuk diperbaiki gedung ini. Tak hanya perbaikan gedung, kami juga meminta agar pemerintah bisa memudahkan akses masyarakat untuk berobat ke puskesmas ini. Karena untuk menuju ke puskesmas ini sangat sulit dijangkau,” ujarnya.

Dengan kondisi tersebut, justru membuat masyarakat Cilegon khusunya berada di wilayah Citangkil enggan untuk berobat.

Baca juga  Libur Lebaran, Warga Luar Banten Dilarang Wisata ke Anyer

“Tentulah masyarakat gak mau berobat di sini. Kalau kondisinya begini, tentunya tidak akan sesuai dengan 10 program walikota dan wakil walikota saat kampanye,” lanjutnya.

Lanjut Gunawan, dirinya sudah melaporkan kondisi ini sejak 2020 lalu ke Dinas Kesehatan dengan harapan dapat segera diperbaiki.

“Sudah kami minta untuk diperbaiki. Mungkin karena anggaranya enggak ada, digunakan untuk covid-19. Kita tunggu ajalah dari pemerintah gimana,” pungkasnya. (Ully/Red)