20.1 C
New York
Jumat, Mei 15, 2026
BerandaPeristiwaDikerjasamakan, Warga Sekitar TPAS Cilowong Soalkan Realisasi Kompensasi

Dikerjasamakan, Warga Sekitar TPAS Cilowong Soalkan Realisasi Kompensasi

-

SERANG, SSC – Warga Lingkungan Pasir Gadung, Kelurahan Cilowong mempersoalkan rencana kompensasi yang diperoleh atas terjalinnya kerja sama pemanfaatan TPAS Cilowong antara Pemkot Serang dengan Pemkot Tangsel.

Ketua RT 12 RW 06 kampung Pasir Gadung, Eni Jumaeni mengatakan, para prinsipnya warga di lingkungannya mendukung kerja sama tersebut. Namun permintaan warga tidak boleh diabaikan dan harus direalisasikan.

“Masyarakat mah tidak akan menolak kalau semua dipenuhi (permintaan). Kalau tidak dipenuhi hampura (maaf) dimanapun orang sini pasti akan bertindak,” ujarnya kepada awak media di kediamannya, Jumat (30/4/2021).

Eni menyatakan, masyarakat sebelum kerja sama terjalin menolak karena meminta aspirasi yang disampaikan dapat dipenuhi.
Tuntutan aspirasi itu diantaranya pemberian kompensasi dampak negatif dan pembangunan infrastruktur air lindi tidak mengalir ke lahan milik warga. Selain itu, Pemkot Serang juga diminta membuka lowongan kerja bagi warga disekitar, dan penyaluran air bersih gratis bagi warga.

“Karena kan kita terdampak. Makanya waktu itu kita nolak dulu, terima juga bersyarat,” katanya.

Air lindi yang mengalir di TPAS Cilowong

Ia mengaku saat ini warga tengah menunggu realisasi janji atas kerja sama tersebut. Sementara jika permintaan warga tidak direalisasikan ketika kerja sama tersebut sudah berlangsung, ia bersama warga tidak akan tinggal diam.

“Kita tunggu saja, kalau tidak direalisasikan akan kita tutup akses jalan ke TPAS Cilowong, ini salah satunya yah. Akan ada kejutan lain, maka kita lihat dulu saja,” tegasnya.

Dia juga menyinggung, warga jika kerja sama dimulai dapat mengawasi pekerjaan di TPAS Cilowong. Jika ditemukan hal-hal yang merugikan warga setempat, diminta tidak takut dan berani melapor.

“Nanti kalau ada pembuangan sampah dari sana (Tangsel) kita jangan diem saja. Apa saja lihatin, apapun yang merugikan nggak apa-apa tegur saja, laporin kalau bisa di foto,” sambungnya.

Terpisah, Kepala UPT Pengolahan Sampah di TPAS Cilowong, Askolani mengatakan, saat ini Pemkot Serang akan membangun infrastuktur jalan terlebih dahulu. Jalan yang dimaksud adalah jalan keluar-masuk truk sampah di dalam TPAS Cilowong.

Meskipun rencana Tangsel membuang sampah diperkirakan baru berjalan pada bulan Juni dan jalan belum dibangun lantaran masih masih tahap lelang, kata dia, truk sampah akan melewati jalan yang ada.

“Sambil menunggu (pembangunan jalan gerbang C), kita akan pakai jalan yang lama dulu. Truk sampah masuk dari gerbang A (paling ujung) nanti bisa keluar di gerbang B (tengah). Kalau jalan sudah dibangun, mobil masuk di gerbang A dan keluar bisa di gerbang B atau C lewat lapangan bola di bawah,” katanya.

Kemudian terkait infrastruktur air lindi, ia pun mengaku, pemkot akan membangunnya. Infrastruktur akan di bangun karena jalan menuju TPAS Cilowong tidak terdapat drainse sehingga saat hujan, kata dia, air mengalir ke TPAS hingga ke sawah warga.

“Iya jelas kita akan buat drainse. Aliran air hujan itu seharusnya kemana dan air lindi itu harusnya kemana. Iya mestinya begitu dibedakan,” tandasnya. (SSC-03/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen
- Advertisment -DEWAN 2