20.1 C
New York
Minggu, Mei 24, 2026
Beranda Peristiwa Dinilai Bisa Sehatkan Keuangan, Robinsar Pelan-pelan Alihkan Pencairan Keuangan Daerah Melalui BPR...

Dinilai Bisa Sehatkan Keuangan, Robinsar Pelan-pelan Alihkan Pencairan Keuangan Daerah Melalui BPR Cilegon Mandiri

0
147
Walikota Cilegon Robinsar diwawancara. (Foto Selatsunda.com)

CILEGON, SSC – Walikota Cilegon, Robinsar secara perlahan akan mengalihkan semua pencairan keuangan serta hibah di masing-masing OPD (Organisasi Perangkt Daerah) yang sebelumnya dari BJB kini akan ke BPRS CM. Pengalihan pencairan keuangan ini dinilai untuk menyehatkan BPRS CM yang selama ini terus merugi.

“Betul. Nanti sifatnya seperti honor RT/RW, gaji bulanan, serta SK PPPK akan dialihkan semua ke BPRSCM. Kalau gaji, mungkin tidak. Pengalihan pencairan ke BPRS CM ini dalam rangka komitmen kami untuk menguatkan dan menghidupkan BUMD di Cilegon,” kata Robinsar, Selasa (11/11/2025).

Robinsar menambahkan, pemerintah memberikan kepercayaannya untuk BPRS CM untuk mencairkan honor RT/RW di 43 kelurahan, penyaluran Beasiswa Cilegon Juare. Dan dalam waktu dekat akan mengelola hibah KONI Cileegib serta bantuan sosial (bansos).

“Bentuk support kami untuk BPRS CM melalui program-program pemerintah yang di distribusikan melalui BPRS untuk penyaluran. Ini dilakukan agar ada perputaran disana.  Harapanya juga menyimpan dan hibah-hibah kaya masjid, bantuan apapun juga semua yang dari pemerintah untuk masyarakat melalui BPRS,” tambah Robinsar.

Politisi muda Partai Golkar ini menjelaskan, meski Pemkot Cilegon mengalihkan semua jenis pencairan keuangan ke BPRS CM, namun sampai saat ini dirinya belum memiliki rencana untuk menambah modal dari APBD Kota Cilegon.

“Belum ada rencana dulu (penambahan bantuan) ke mereka. Saya yakin dengan pimpinan BPRS CM yang baru ini, minimal tata kelola keuangan bisa lebih baik. Sebab, tahun depan TKD Kota Cilegon aja dipangkas Rp 230 miliar. Kita hanya bisa mengoptimalkan pendapatan hanya dari pajak dan retribusi. Pendapatan lainya itu dari deviden BUMD termasuk BPRS CM,” jelasnya.

“Makannya kami ingin menyehatkan semua BUMD, kemarin kan perundangan sudah provit sudah deviden. PT PCM terus maju berkembang dan sudah deviden. malah nambah tahun depan di 25-30 miliar devidennya,” sambungnya.

Robinsar tak menargetkan BPRS CM meraup deviden yang tinggi. Namun, ia pun mengharapkan,BPRS ini tidak merugi. Sebab, saat pergantian managemen kerugian mencapai Rp 4 miliar.

“Makannya tantangan direksi kedepan 2026 harus provit, mengembangkan profitnya nanti pppk mungkin kalau mau menjaminkan SK ya di BPRS.  Yang penting untung ga rugi dan terus berkembang dan berkembang,” harapnya. (Ully/Red)