CILEGON, SSC – Mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Ikatan Mahasiwa Cilegon (IMC) mengkritik keberadaan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Cilegon yang dijabat oleh Rizki Khairul Ikhwan dan Najmudin. Mereka menilai kepengurusan KNPI saat ini dianggap gagal dalam mengakomodir potensi para pemuda yang ada di Kota Cilegon. KNPI di Cilegon justru sibuk mengurusi kegiatan politik praktis tanpa memikirkan kondisi pemuda itu sendiri.

Demikian disampaikan Ketua IMC Rizki Putra Sandika kepada Selatsunda.com, Kamis (23/7/2020). Lebih lanjut kata Rizki, sebagai organisasi kepemudaan semestinya KNPI bisa lebih berpihak kepada para pemuda. Terlebih lagi, Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon telah mengalokasikan dana hibah melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) yang nominalnya mulai Rp 1 hingga Rp 2 miliar setiap tahunnya.

“Pada kenyatanya KNPI Cilegon ini justru mencari keuntungan sendiri dari hasil proyek dan dana hibah yang diberikan oleh Pemkot Cilegon,” ujar Rizki.

Baca juga  Sulit Belajar Dirumah, Dindik Serang Siapkan Program Klinik Belajar di Sekolah

Selain gagal dalam mengakomodir potensi pemuda, sambung Rizki, KNPI Cilegon juga telah gagal dalam menyatukan seluruh OKP (Organisasi Kepemudaan) di Kota Cilegon agar lebih produktif.

“Kebanyakan kegiatan yang justru dilakukan oleh KNPI hanya kegiatan seremonial aja. Semestinya, KNPI bisa membuat kegiatan lebih subtansial dengan memberdayakan potensi dan bakat pemuda di Kota Cilegon. Di sisi lain, saya juga meminta agar KNPI ini bisa menjadi contoh untuk OKP lain agar lebih solid sehingga mampu menjungjung nilai-nilai idealisme bagi para pemuda,” sambungnya.

Sementara Ketua KNPI Cilegon Rizki Khairul Ikhwan berterima kasih atas kritikan yang disampaikan oleh IMC untuk KNPI. Dengan kritikan ini menjadikan organisasi yang dipimpinmya ini bisa lebih baik.

“Saya ucapkan terima kasih dengan kritikan yang membangun untuk KNPI,” ujar Kiki.

Dalam hal ini, Kiki pun menepis anggapan jika pihaknya hanya menguntungkan organisasinya dengan keberadaan dana hibah yang diberikan dari Pemkot Cilegon melalui Dispora.

Baca juga  Cerita Pelipat Kertas Suara Pilkada Cilegon: Lumayan Buat Dapur Bisa ‘Ngebul’

“Kalaupun ada yang beranggapan kami menerima dana hibah dari Dispora itu salah. Memang kami sempat mengajukan anggaran sebesar Rp 1,5 miliar. Namun karena Covid-19, anggaran hibah tidak kami terima karena dialihkan. Kalau pun mereka sebut KNPI ini mengarah ke ranah politik, saya membebaskan anggota-anggota kami (KNPI) untuk berpolitik. Tapi, jangan gunakan organisasi atau baju KNPI untuk kampanye salah satu pasalon. Jika kami temukan, tentu pemecatan yang kami lakukan untuk anggota tersebut,” tegas Kiki.

Kiki sapaan akrabnya pun membantah jika dirinya tidak mampu menyatukan para OKP di Kota Cilegon.

“OKP mana yang tidak bisa kita satukan. Bedakan mana itu OKP mana itu LSM? Pemuda di Kota Cilegon tetap solid apapun itu. Bahkan, saya juga merangkul pemuda-pemuda tingkat lingkungan. Jadi tidak benar kalau KNPI tidak dapat merangkul para OKP,” tandas Kiki. (Ully/Red)