Pelaksanaan kegiatan Focus Group Discussion tentang Penguatan Integritas Penyelenggara Pemilu pada Pilkada Serentak 2020 dilaksankaan di salah satu hotel di Kabupaten Serang, Kamis (23/7/2020). Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Republik Indonesia (RI) menyebut mayoritas para pemilih masih menerima politik uang disetiap Pemilhan Umum. Tak terkecuali Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang saat ini tengah berlangsung.

Ini terungkap saat acara Focus Group Discussion tentang Penguatan Integritas Penyelenggara Pemilu pada Pilkada Serentak 2020 di salah satu hotel di Kabupaten Serang,” Kamis (23/7/2020).

Komisioner DKPP RI Alfitra Salam mengungkapkan politik uang dalam semua tingkat pemilu adalah nyata dan bahkan sering digunakan sebagai salah satu upaya memenangkan calon kepala daerah.

“Kalau dilihat dari hasil survei, sebanyak 60 persen pemilih ini “doyan”politik uang. Alasan mereka (pemilih) doyan uang karena faktor seretnya rezeki, penganti uang kerja karena tidak masuk kerja, untuk membeli sembako, apalagi pada kondisi pademi Covid-19 (Virus Corona) ini membuat semya kebutuhan harus ada,” kata Alfitra.

Baca juga  Tak Serahkan PSU, Pengembang Perumahan di Kota Serang Terancam Sanksi Pidana

Masih kata Alfitra, semakin tingggi praktek politik uang diberikan oleh salah satu calon maka semakin besar peluang calon untuk menang di Pilkada tersebut.

“Pasti peluangnya akan besar untuk menang. Kenapa? Karena uang yang diberikan oleh calon cukup besar agar masyarakat memilih calon itu,” jelasnya.

Menurutnya, sebagian besar para pemilih cukup apatis dalam persoalan ini. Sehingga upaya untuk membendung terjadinya politik uang harus masif dilakukan oleh penyelenggara pemilu.

“Politik uang sampai sekarang menjadi persoalan yang serius yang harus dihadapi bersama-sama jelang Pilkada Serentak 2020. Oleh karena itu, kami menekankan agar KPU dan Bawaslu dapat memberikan pengertian kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap politik uang,” pungkasnya. (Ully/Red)