Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh Karang Taruna Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol yang menuntut perekrutan tenaga lokal di PT MFI,” Rabu (3/11/2021). Foto : Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Unjuk rasa terjadi di PT Mitsubitshi Chemical Pet Film Indonesia (MFI), Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Rabu (3/11/2021). Puluhan massa pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna Kelurahan Gerem menuntut agar perusahaan mengakomodir tenaga kerja di wilayah setempat.

Mereka menilai dalam perekrutan, perusahaan tidak berkomitmen merekrut warga ring I.

Pantauan Selatsunda.com di lokasi, massa melakukan aksi unjuk rasa sekitar pukul 13.00 WIB. Di lokasi, pengunjuk rasa mendapat pengawalan ketat dari kepolisian.

Terpantau dalam aksi, massa sempat berusaha menghentikan bus karyawan yang hendak masuk ke perusahaan. Namun aksi itu dihalau petugas kepolisian. Aksi kemudian sempat memanas lantaran massa memaksa akan menggembok pintu pabrik.

Ketua Karang Taruna Kelurahan Gerem Abdul Mui mengutarakan kekesalannya karena perusahaan tidak berkomitmen merekrut warga lokal. Ia menyatakan, dari 500 warga lokal yang dijanjikan akan di rektrut, hanya sebagian kecil yang diterima.

Baca juga  Komunitas Difabel di Cilegon Butuh Perda Pelindungan Disabilitas

“Jadi yang diterima itu hanya 69 orang dari yang dijanjikan 500 tenaga kerja lokal. Tapi pada kenyataanya kami kroscek hanya 69 saja. Dari 69 orang ini hanya 3 orang doang yang diterima di sana (PT MFI). Kami di sini minta komitmen perusahaan seperti apa. Tapi dari mereka enggak mau berkomitmen,” kata Abdul kepada awak media ditemui di lokasi.

Menurutnya, pihak perusahaan semestinya merekrut warga lokal minimal 40 persen atau sekitar 100 warga setempat. Massa meminta agar tuntutan itu bisa diakomodir.

“Yah kalau dijanjikan 500 merekrut warga Cilegon minimal kita minta 100 warga Gerem bekerja di sini (PT MFI). Kami sekarang minta komitmenya dari pihak perusahaan untuk bisa mengakomodir warga Gerem,” ujarnya.

Baca juga  Tembok Penahan Tanah di Cupas Kulon Grogol Ambrol

Perusahaan menanggapi massa aksi dengan melakukan upaya mediasi. Namun diketahui mediasi tidak menemui titik temu alias berujung deadlock.

Lantaran tidak tercapai kesepakatan, massa akan mengadu ke DPRD Cilegon meminta rapat dengar pendapat (hearing) dengan Komisi II untuk menyelesaikan persoalan ini.

“Kalau mentok juga di DPRD Cilegon, kami akan laporkan hal ini ke Pak Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy,” lanjutnya.

Di lokasi yang sama, Humas PT MFi Joko Setiawan mengaku, selama ini perusahaan sudah 80 persen merekrut tenaga lokal Cilegon. Termasuk warga Kelurahan Gerem untuk bekerja di PT MFI.

“Pesan dari Pak Walikota harus menerima tenaga lokal. Dan itu sudah kami lakukan. Yang sudah kami lakukan 69 orang, sudah 80 persen merekrut warga Cilegon dan sisanya warga Kota Serang,” pungkasnya. (Ully/Red)