
CILEGON, SSC – Walikota Cilegon Periode 2021-2024, Helldy Agustian menanggapi adanya aksi protes mahasiswa yang menyampaikan banyak masyarakat yang tidak mendapat beasiswa di era kepemimpinan saat ini Walikota Cilegon, Robinsar.
Helldy menyatakan, pihaknya sangat mengapresiasi dengan yang telah dilakukan kepala daerah saat ini. Beberapa program yang dilakukan kepemimpinan sebelumnya dilanjutkan kembali oleh Walikota Robinsar. Terutama terkait beasiswa. Di mana diera kepemimpinannya beasiswa dinamai Beasiswa Full Sarjana, saat ini Beasiswa Cilegon Juare.
Kemudian program yang dilanjutkan, kata Helldy, juga terkait dengan program bus mudik gratis.
Adanya aksi protes mahasiswa yang menyampaikan banyak mahasiswa yang tidak mendapat beasiswa di era kepemimpinan Robinsar, Helldy berharap, program dapat dievaluasi.
Ia mengibaratkan program itu dengan program bus mudik gratis. Jika kuota bus mudik gratis bisa ditambahkan, Helldy berharap kuota beasiswa kepada mahasiswa pun minimal dapat sama dinaikkan.
“Saya yakin, yach nanti mungkin ini sebagai evaluasi. Mudah-mudahan, pemerintahan saat ini Pak Robinsar dan Pak Fajar, yach kalau (kuota) bis bisa dinaikin, mudah-mudahan kuota untuk mahasiswanya minimal sama, atau dinaikin juga, supaya lebih mudah prosesnya,” ujar Helldy dikonfirmasi usai Paripurna Istimewa HUT Kota Cilegon di DPRD Cilegon, Senin (27/4/2026).
Meskipun begitu, Helldy mengapresiasi yang dilakukan Robinsar-Fajar. Hal itu diungkapkannya terkait angka kemiskinan di Kota Cilegon, terendah.
Tetapi menurutnya, Pemerintahan Robinsar-Fajar masih banyak pekerjaan rumah terutama menyangkut angka pengangguran.
“Tetapi banyak pekerjaan rumah bagi pemerintah saat ini. Wabil khusus ditingkat pengangguran,” ucapnya.
Helldy mengungkapkan, angka pengangguran di era kepemimpinannya terjadi penurunan. Namun lepas kepemimpinannya, angka pengangguran naik.
“Karena waktu dulu, sebelum menjabat 12,69 persen. Turun menjadi 10,13 persen, turun 8,10 persen, turun menjadi 7,25 persen, dan terakhir, 6,08 persen. Nah tahun kemarin kan 7,41 persen, nah naik lagi,” ungkapnya.
Naiknya angka pengangguran itu, kata Helldy, jadi tantangan bagi Robinsar-Fajar. Karena khawatir saat angka kemiskinan sudah baik tetapi sebaliknya angka pengangguran meningkat.
“Ini tantangan untuk Pak Robinsar dan Pak Fajar, bagaimana menekan angka pengangguran. Karena khawatir, kemiskinan sudah baik, tapi angka pengangguran naik, ini kan akan berdampak,” pungkasnya.
Pada pemberitaan sebelumnya, Pemerintah Kota Cilegon melaksanakan Kegiatan Riung Mumpulung dalam memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Cilegon ke-27 di Halaman Pemkot, Senin (27/4/2026). Ditengah kegiatan tersebut, dua mahasiswa tiba-tiba melayangkan protes.
Kedua mahasiswa dari Gerakan Mahasiswa Al-Khairiyah itu protes dengan membawa spanduk dan meneriaki saat Walikota Cilegon, Robinsar tengah memberikan sambutan.
“Banyak masyarakat yang tidak mendapat beasiswa,” ucap salah satu mahasiswa.
Mereka terlihat berteriak kalimat tersebut berkali-kali. (Ronald/Red)




