20.1 C
New York
Selasa, Oktober 27, 2026
Beranda Peristiwa Dishub Ganti Lampu Smart LED di JLS, Anggota DPRD Cilegon Minta Jangan...

Dishub Ganti Lampu Smart LED di JLS, Anggota DPRD Cilegon Minta Jangan Jalan Kota saja Tapi Prioritaskan PJU Lingkungan

0
38
Anggota DPRD Kota Cilegon, Yamanan. (Foto Ronald/Selatsunda.com)

CILEGON, SSC – Anggota DPRD Kota Cilegon, Yamanan mengapresiasi upaya Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cilegon mengganti lampu penerangan jalan umum (PJU) di Jalan Lingkar Selatan dengan lampu smart LED. Namun Politisi Golkar ini mengharapkan agar Dishub tidak hanya fokus pada penanganan PJU di jalan kota saja, tetapi dapat memprioritaskan lampu di jalan lingkungan.

“Pertama kami apresiasi Pemkot Cilegon khususnya Dishub Cilegon mengganti lampu di JLS dengan LED yang bisa dimonitor langsung Dishub dari kantor. Artinya kalau lampu mati atau putus dan semacamnya, itu bisa langsung diperbaiki dengan cepat,” ujar Yamanan, Selasa (27/10/2026).

“Tetapi yang menjadi perhatian, agar Dishub agar tidak hanya terfokus pada Jalan Lingkaran Selatan. Karena yang menjadi taggung jawab Dinas Perhubungan adalah seluruh PJU di wilayah Cilegon baik itu di sentral kota. Tetapi disamping itu juga, wilayah pedalaman warga yang diakses warga, perlu menjadi perhatian,” sambungnya.

Yamanan mengungkapkan, perlunya keseriusan Dishub untuk memprioritaskan di Lingkungan karena masih banyak wilayah di Cilegon yang minim PJU.

“Karena Cilegon di banyak titik, jalan lingkungannya masih gelap, harapannya bisa jadi atensi Dinas Perhubungan,” terangnya.

Ia menyatakan, memang akses jalan kota sering dilalui masyarakat. Namun yang paling utama adalah ketersediaan PJU di lingkungan. Menurut Yamanan, ketidak tersediaan PJU di lingkungan berpotensi atau rawan dengan kriminalitas dan kecelakaan. Potensi tersebut bisa terjadi ketika saat malam hari masyarakat dari kota kembali ke rumah mereka namun di lingkungan mereka tidak tersedia PJU.

“Karena jalan kota sering dilalui tetapi akses utama masyarakat adalah dari rumah, dari lingkungan ke kota itu sendiri. Jadi yang paling rawan, adalah ketika masyarakat dari kota kemudian pulang ke rumah di titik yang relatif lebih sepi dibandingkan jalan perkotaan,” ucapnya.

Penyediaan PJU di lingkungan harus menjadi perhatian utama Dishub Cilegon. Apalagi pungutan pajak penerangan jalan adalah salah satu pajak tertinggi yang dipungut Pemkot. Maka sudah seharusnya Pemkot dapat fokus menyediakan PJU untuk lingkungan.

“Pajak penerangan jalan yang dipungut Pemkot Cilegon sangat luar biasa tinggi, bahkan termasuk salah satu pajak tertinggi dalam postur PAD kita. Maka sudah seharusnya Pemkot Cilegon memiliki titik fokus pada jalan yang gelap di Kota Cilegon tidak hanya di kota tetapi jalan lingkungan, pedesaan,” ucapnya.

Ia menyinggung mengenai pemasangan lampu smart LED yang diganti Dishub di JLS. Diharapkan, aset yang dipasang dapat dijaga bersama-sama. Aset lampu PJU bukan sekadar dibangun namun dapat memberikan keselamatan dan kenyamanan untuk masyarakat saat melintas.

“Kami mengharapkan agar dapat sama-sama menjaga aset kita. Aset PJU ini bukan sekadar kita membangun, ini untuk menerangi. Kemudian untuk juga mengurangi kriminalitas. Kalau jalan yang kita lalui, terang dengan begitu bisa melihat sekeliling,” harapnya. (Ronald/Red)