Walikota Cilegon, Helldy Agustian saat diwawancara usai kegiatan Sosialisasi Pembinaan Disiplin PNS Pemkot Cilegon saat di Aula Diskomifo Kota Cilegon, Rabu (22/6/2022). Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, Selatsunda.com – Walikota Cilegon, Helldy Agustian menyebut kedisiplinan kerja pegawai di Lingkungan Pemerintah Kota Cilegon) masih belum optimal. Menurut Helldy, disipilin kerja pegawai harus mencakup semua hal. Disiplin pegawai bukan hanya dari tingkat kehadiran, keilmuan, perencanaan dan penganggaran program kerja tetapi diukur dari seluruh yang berkaitan dengan kerja pegawai.

“Disipiin itu bukan hanya karena waktu, disiplin karena ilmu, perencanaan, penganggaran, tapi disiplin dalam semua hal,” kata Helldy Helldy kepada awak media ditemui usai kegiatan Sosialisasi Pembinaan Disiplin Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon yang digelar di Aula Diskomifo Kota Cilegon, Rabu (22/6/2022).

Menurutnya, saat ini disiplin kerja pegawai belum berjalan secara optimal. Hal itu dikatakannya saat menyorot kinerja pegawai dalam rapat dinas Eselon II, beberapa waktu lalu. Kemudian hal lain yang mendasari juga terkait capaian kualitas kinerja pejabat OPD dalam aplikasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (E-SAKIP) yang belum meningkat.

Baca juga  Lapas Cilegon Bangun Blok Hunian Baru Tampung Narapidana Beresiko Tinggi

“(Disiplin) Belum dong (maksimal). Makanya kemarin agak sedikit tegas (rapat eselon II) itu begitu,” tuturnya.

“Iyah E-Sakip kita (Cilegon) masih diangka B. Masih belum naik,” sambungnya.

Meski menilai tingkat kedisiplinan kerja pegawai belum maksimal, mantan Kepala Cabang Toyota Cilegon ini tidak akan langsung memberikan sanksi.

“Pasti kita akan tegas dalam hal ini. Tapi, kita lihat dulu kapasitas dan kemampuan mereka seperti apa, masalah mereka seperti apa. Kita pun tidak bisa langsung menghujat atau langsung menghukum tanpa dasar hukum yang jelas,” ungkapnya.

Ditempat yang sama, Kepala BKPP Kota Cilegon, Achmad Jubaedi, menjelaskan, sosialisasi tersebut merupakan bagian dari pembinaan disiplin pegawai. Hal-hal contohnya pelayanan kepada masyarakat seperti kejadian pungutan di Kelurahan Lebak Denok diharapkan tidak terulang lagi.  Maka dari itu, sosialisasi tersebut sangatlah penting untuk mengukur disiplin kerja pegawai baik secara individu maupun OPD.

Baca juga  Cabuli Anak Pacar Sendiri, Pria di Cilegon Dibekuk Polisi

“Tadi Pak Wali sudah sampaikan tidak hanya di perencanaan saja tapi juga implementasi dan monitoring di setiap kegiatan. Karena nanti yang menilai kinerja itu dilihat dari sisi disiplin yang juga dikombinasikan dengan penilaian kinerja individu dan kinerja organisasi,” beber Jubaedi.

Dengan begitu, kata Jubaedi, nantinya pengukuran kinerja pegawai baik lewat sistem E-Sakip maupun E-Kinerja yang akan dikelola oleh Bagian Organisasi akan mudah terintegrasi di setiap pemangku jabatan baik itu koordinator dan sub koordinator.

“Otomatis setiap bulan kita bisa lihat dengan adanya penerapan e-Kinerja tersebut. Otomatis nanti akan berkontribusi terhadap sistem akuntabilitas kinerja dan akan terkoneksi dengan e-sakip,” pungkas Jubaedi. (Ully/Red)