Ilustrasi

CILEGON, Selatsunda.com – Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil (Dinkop UMK) Kota Cilegon menyebut sedikitnya 50 koperasi yang ada di Kota Cilegon terancam dibekukan. Pembekuan koperasi karena koperasi tersebut tidak mematuhi aturan salah satunya tidak pernah melakukan Rapat Anggota Tahunan (RAT) selama tiga kali berturut-turut.

“Jadi ada aturan dan sanksi yang jelas jika suatu koperasi tidak melakukan RAT. Salah satunya harus dibekukan,” kata Pengawas Koperasi pada Dinkop UMK Kota Cilegon, Rahmat saat ditemui di kantornya, Selasa (21/6/2022).

Kata Rahmat, saat ini jumlah koperasi di Cilegon tercatat sebanyak 323 unit. Dari jumlah tersebut terdapat puluhan koperasi yang dianggap tidak aktif dan terancam dibekukan.

Baca juga  Lapas Cilegon Bangun Blok Hunian Baru Tampung Narapidana Beresiko Tinggi

“40 persen lah yang akan kita bekukan koperasi yang tidak aktif tersebut,” ujarnya.

Masih kata Rahmat, salah satu faktor utama banyak koperasi tidak aktif yakni usahanya terimbas oleh pandemi.

“Di lingkungan masyarakat, rata-rata koperasinya melibatkan pelaku UMKM. Nah, selama pandemi dunia UMKM kan terkena imbas dahsyat, sehingga merembet kepada koperasinya,” ucapnya.

“Tetapi ada juga yang sudah mulai tumbuh kembali setelah covid-19 mereda mulai awal 2022. Ada beberapa organisasi atau perkumpulan yang datang ke kami berencana mendirikan koperasi baru,” tutupnya.

Ia menyatakan, pihaknya meski akan melakukan pembekuan atau pembubaran terlebih dahulu berencana mendatangi koperasi yang tidak aktif. Ketika sudah dipastikan koperasi tidak aktif, pihaknya akan langsung menghapuskannya.

Baca juga  Cabuli Anak Pacar Sendiri, Pria di Cilegon Dibekuk Polisi

“Nanti petugas ke lapangan, lalu survey. Jika benar tidak aktif, maka akan kami hapuskan,’ tuturnya. (Ully/Red)