Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Cilegon, Yolanda Panggabean, di wawancarai di kegiatan kesehatan fi salah satu hotel di Cilegon, Selasa (10/11/2020). Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan Kota Cilegon, Yolanda Panggabean menyatakan, angka kematian ibu melahirkan dan angka kematian anak di Kota Cilegon semakin meningkat di tengah pandemi Covid-19.

Berdasarkan data yang dimiliki Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon, untuk kasus kematian anak sejak Januari hingga November 2020 mencapai 84 orang. Angka ini jauh lebih tinggi dari 2019 silam sekitar 9 orang. Sedangkan, untuk kasus kematian ibu pada 2020 mencapai 15 orang sementara pada 2019 silam sebanyak 12 orang.

“Tidak dipungkiri pademi covid-19 menjadi faktor utama tingginya kasus kematian ibu dan anak di Cilegon,” kata Yolanda kepada Selatsunda.com ditemui usai memberikan pemaparan kegiatan kesehatan di salah satu hotel di Kota Cilegon, Selasa (10/11/2020).

Baca juga  2 Pegawai Pengadilan Agama Serang Positif Covid-19, Persidangan Ditutup Sementara

Menurut dia, salah satu faktor penyebab tingginya angka kematian ibu dan anak  disebabkan rendahnya kesadaran masyarakat memeriksa kehamilannya ke rumah sakit.

“Kalau dulu memang belum ada Covid-19, tetapi sekarang selama Covid tidak dianjurkan. Secara keseluruhan, Cilegon dibawah target nasional,” ujarnya.

Yola mengungkapkan, salah satu upaya Dinkes untuk menekan tingginya angka kematian ibu dan anak, yakni, dengan menjalankan program Jampersal dari pemerintah pusat. Program ini untuk mengatasi masalah pembiayaan persalinan yang meliputi pemeriksaan kehamilan, meningkatkan kembali peran Posyandu (Pusat Pelayanan Terpadu) agar masyarakat tidak Males untuk melakukan pemeriksaan kandungan.

“Tiga langkah inilah yang kami (Dinkes Cilegon) gencar lakukan guna menurunkan angka kematian ibu dan anak di Kota Cilegon,” pungkas Yola (Ully/Red).