20.1 C
New York
Sabtu, April 25, 2026
BerandaPeristiwaDitpolairud Banten Pantau Gunung Anak Krakatau dan Wisatawan di Anyer

Ditpolairud Banten Pantau Gunung Anak Krakatau dan Wisatawan di Anyer

-

SERANG, SSC – Direktorat Kepolisian Air dan Udara (Ditlpoairud) Polda Banten memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau di Perairan Selat Sunda, Banten, Selasa (31/12/2019). Selain melakukan pemantauan aktivitas GAK, Ditpolairud juga melakukan pengamanan terhadap wisatawan di sejumlah obyek wisata yang ada di Anyer dan sekitarnya.

Pemantauan sekaligus pengamanan obyek wisata oleh petugas dilakukan sekitar pukul 09.30 WIB. Dua alutsista yakni Kapal RIB dan kapal patroli melakukan pemantauan pertama ke lokasi Gunung Anak Krakatau. Setelah pemantauan, petugas melakukan pengamanan wisatawan di obyek wisata Anyer dan sekitarnya.

Kasi Patwal Ditpolairud Polda Banten, Kompol Lis Handaya mengatakan, pengamanan tersebut dilakukan untuk memastikan pengunjung dapat berwisata libur Natal dan Tahun Baru 2020 dengan aman di obyek wisata Anyer dan sekitarnya. Pengamanan sekaligus mengantisipasi pengunjung terhindar dari kecelakaan laut.

Ditpolairud Polda Banten mantau wisatawan yang betwisata di obyek wisata Anyer

“Kami giat patroli dalam rangka monitoring situasional di pesisir dan pantai obyek wisata yang ada di Anyer sepanjang 45 kilometer sekitar 25 mil dari Cilegon sampai ke Labuan.
Kami antisipasi di bagian lautnya. Kami memiliki tugas untuk menghalau pengunjung yang turun keair melampaui batas ke lepas pantai,” ujar Lis.

Sedikitnya, kata Lis, ada 12 titik lokasi obyek wisata pantai Anyer dan sekitarnya yang pengamanannya perlu diantisipasi. Untuk mengantisipasi kecelakaan laut, kata Lis, pengunjung diberikan pengarahan untuk tidak berenang melampaui batas yang ditetapkan.

“Kami memberi arahan kepada pengunjung, memberi informasi kalau ada sesuatu, kita mendirikan posko SAR disana. Larangan-larangan juga kita disampaikan agar prngunjung jangan berenang melampaui batas,” terangnya.

Selain itu, operator alat wisata juga diminta untuk memperhatikan keselamatan pengunjung. Hal itu disampaikan untuk menghindari potensi laka.

“Kepada operator seperti Flying fox, banana boat dan lainnha, kami meminta agar memperhatikan keselamatan. Itu dari sisi darat. Dalam hal ini, kita kolaborasi antara laut dan darat. Bilamana pengunjung ada sesuatu, kita langsung koordinasi dan melakukan pengamanan. Ini untuk mengantisipasi potensi laka,” paparnya.

Untuk memaksimalkan pengamanan, Ditpolair menempatkan 49 personel di sejumlah lokasi baik di pantai, pesisir, posko SAR dan penempatan personel di kapal. Otoritas keamanan di Perairan Banten ini juga menurunkan sejumlah alutsista baik kapal patroli, kapal RIB dan peralatan lainnya.

“Pantai dijaga oleh personel, masing-masing 3 smpai 4 personel. Operasi ini masih terus kita lakukan. Mulai 21 desember kita beroperasi Natal sampai 26 Desember. Untuk tanggal 27 Desember, personel melakukan pengamanan di obyek wisata untuk antisipasi pengunjung sampai 03 januari 2020,” pungkasnya. (Ronald/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini