CILEGON, SSC – Direktorat Kepolisian Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Banten masih terus mendalami penyebab hilangnya 3 turis asal Tiongkok dan Singapura yang hilang saat menyelam di Perairan Sangiang, Kabupaten Serang, beberapa waktu lalu. Otoritas keamanan di perairan Banten ini akan meminta keterangan saksi korban yang selamat terkait lisensi selam yang dimiliki.
“Kalau keterangan dari Atase mereka kemarin, mereka (korban selama dan hilang) sudah cukup ahli. Tapi kaitannya dengan legalitas (lisensi selam), kualifikasinya, kita belum mendapatkan itu,” ujarnya Dirpolairud Polda Banten, Kombes Pol Nunung Saefudin dikonfirmasi, kemarin.
Untuk mendalami adanya dugaan pelanggaran selam tanpa lisensi, kata Nunung, pihaknya akan masih mendalami dan mengumpulkan alat bukti. Termasuk akan meminta sertifikat lisensi seluruh turis dalam insiden tersebut.
“Pasti kita akan minta kelengkapan dokumennya,” paparnya.
Disinggung ada dugaan turis menyelam dengan maksud untuk kepentingan lain, Nunung tak ingin menduga-duga pertanyaan yang dilontarkan awak media. Dari keterangan yang diminta, kata Nunung, korban ke Sangiang hanya bertujuan untuk berwisata selam.
“Mereka datang untuk nyelam saja,” pungkasnya. (Ronald/Red)

