Ilustrasi. (Foto Dok Selatsunda.com)

CILEGON, SSC – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cilegon melakukan penyesuaian tarif pengujian kendaraan motor atau biasa dikenal tarif uji kir. Tarif disesuaikan seiring upaya Pemkot Cilegon meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor retribusi uji kir.

Kepala Seksi Tehnik sarana pada Dishub Kota Cilegon Tulus Adi Sasmita mengatakan, penyesuaian tarif uji kir mengacu pada Peraturan Walikota (Perwal) Cilegon Nomor 2 tahun 2021 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kota Cilegon Nomor 2 tahun 2021 tentang Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor.

Meski telah dikeluarkan pada 12 April 2021 lalu, perda baru diefektifkan saat ini. Penyesuaian tarif uji kir mulai diberlakukan pada Senin, 13 September 2021 mendatang.

Baca juga  Lapas Cilegon Butuh Bantuan Pemkot  Pasarkan Hasil Karya Narapidana

“Terakhir perda ini keluar pada 2012. Dan sudah selayaknya dirubah. Karena ini boleh di revisi minimal 3 tahun,” kata Tulus kepada Selatsunda.com,” Selasa (7/9/2021).

Selain revisi perda, penyesuaian tarif diterapkan seiring dengan adanya kebijakan pemerintah pusat. Kata dia, pemerintah daerah diminta untuk menyesuaikan tarif mengikuti perkembangan dinamika kebutuhan lalu lintas jalan.

“Tapi point pentingnya, bagaimana kita (bidang kir) ini mampu meningkatan PAD (Pendapatan Asli Daerah) untuk Kota Cilegon,” ujarnya.

Sejauh ini, Dishub sebelum menerapkan penyesuaian tarif telah melakukan sosialisasi perda kepada 66 perusahaan transportasi di Cilegon. Hal itu dilakukan agar tidak terdapat penolakan.

Pihaknya optimis jika penyesuaian telah diterapkan maka PAD retribusi uji kir dapat meningkat. Diperkirakan PAD dalam 3 bulan ke depan dapat mencapai Rp 100 juta.

Baca juga  KPU Cilegon Tindak Lanjuti PAW Anggota DPRD Meninggal Dunia

“Kami menargetkan PAD di bidang uji kendaraan sebesar Rp 1 miliar per tahun,” jelasnya.

Adapun penyesuaian tarif kir tersebut untuk tarif kendaraan kecil (angkot dan pick up) sebelumnya dikenakan biaya Rp 50 ribu per kendaraan naik menjadi Rp 75 ribu per kendaraan. Mobil besar sebelumnya dikenakan tarif sebesar Rp 75 ribu kini menjadi Rp 110 ribu. (Ully/Red)