Ketua DPRD Kota Cilegon Endang Effendy saat diwawancara sejumlah wartawan,” Senin (2/11/2020). Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon mendesak kepada seluruh industri agar dapat berperan aktif dalam menghadapi terjadinya fenomena La Nina di tengah Pandemi Covid-19.

Ketua DPRD Kota Cilegon Endang Effendy mengatakan, persoalan bencana alam yang terjadi ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemkot melainkan menjadi tanggung jawab seluruh industri di Kota Cilegon.

“Saya kira persoalan banjir ini, kita (DPRD) Cilegon enggak bisa memaksakan para dinas. Mengingat anggaran di recofusing dan waktu pelaksanan pun tinggal beberapa bulan lagi. Minimal, apa yang bisa dilakukan oleh OPD (Organisasi Perangkat Daerah) Mininal dapat mengurangi dampak banjir tersebut,” kata Endang kepada awak media usai Rapat Paripurna PenyampIan Raperda APBD Tahun Anggaran 2021 di Aula Rapat Paripurna DPRD Cilegon,” Senin (2/11/2020).

Baca juga  Ditanya Rekom KASN Soal Sekda, Walikota Serang Malah Curhat Sering Ditelepon Orang

Lebih lanjut, Endang meminta agar keberadaan industri tidak hanya sebatas menonton terjadinya bencana. Melainkan, dapag berperan aktif untuk membantu dan pengendalian bencana tersebut.

“Industri jangan hanya sebatas melihat dan menonton saja. Tetapi, dapat berperan aktif daam mengendalikan bencana tersebut,” harapnya.

Terpisah, Walikota Cilegon Edi Ariadi mengungkapkan, dalam waktu dekat ini ia akan menggelar pembahasan bersama Badan Penanggulan Bencana Daerab (BPBD) Kota Cilegon terkait potensi bencana yang terjadi di Kota Cilegon.

“Nanti bapak mau rapatkan dengan Pak Erwin Harahap (Kepala BPBD Cilegon) untuk membahas hal ini,” pungkas Walikota. (Ully/Red)