CILEGON, SSC – Wakil Ketua DPRD Cilegon Hasbi Sidik mempertanyakan keterlibatan Tim Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) Cilegon saat presentasi kandidat 3 kepala OPD.
Semestinya, kata Politisi Partai Gerindra ini, presentasi para kandidat 3 kepala OPD cukup dihadapan Walikota dan Wakil Walikota, Helldy Agustian-Sanuji Pentamarta. Jika pun dibutuhkan, dapat mengundang Sari Suryati yang kala lelang diseleksi terbuka (open bidding) menjabat sebagai Ketua Tim Pansel dan Sekda Cilegon.
“Saya mempertanyakan terkait presentasi calon Kepala Dinkes, DKPP serta RSUD. Kenapa kok ajak Baperjakat, harusnya cukup wali kota dan wakil wali kota saja. Kalau pun mau, undang Tim pansel,” kata Hasbi, Jumat (7/5/2021).
Menurut Hasbi, keikutsertaan Tim Baperjakat dalam prestasi ulang ini justru dianggapnya tidaklah profesional. Mengingat, akan mengubah keputusan walikota untuk menentukan tiga kepala OPD apabila mendapatkan masukan dari
Baperjakat. Pasalnya, kewenangan Baperjakat tidak lain sampai pada mutasi rotasi dan promosi pejabat esselon III, tidak sampai esselon II.
“Mengapa setiap pengangkatan pejabat esselon II itu melalui mekanisme lelang dan melibatkan tim pansel, karena tidak ada kewenangan Baperjakat di situ. Nah kemarin kok bawa Baperjakat, bukan tim pansel,” ujarnya.
Ia mengingatkan kepada para pejabat esselon II di Lingkungan Pemkot Cilegon, untuk memberikan masukan yang baik kepada pasangan Helldy-Sanuji.
“Saya paham Pak Helldy dan Pak Sanuji baru 2 bulan. Jadinya tidak terlalu menguasai aturan-aturan seputar birokrasi. Makanya, para pejabat di sekeliling Pak Helldy-Sanuji, harusnya beri masukan yang benar. Seperti adanya Baperjakat pada penilaian ulang 3 besar pemenang lelang OPD, itu salah. Kasih tahu kalau itu salah,” tuturnya. (Ully/Red)

