Petugas melakukan rapid test kepada pegawai di Pemkot Cilegon, Belum lama ini. Foto Istimewa

CILEGON, SSC – Dinas Kesehatan (Dinkes) Cilegon mencatat belasan pegawai di Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon dinyatakan reaktif virus corona dalam rapid test yang digelar.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Dinkes Cilegon, Lia Nurlia Mahatma mengatakan, kegiatan rapid test yang digelar mulai Kamis (10/9/2020) hingga Rabu (14/10/2020) melibatkan 2.309 pegawai. Selama dua pekan sejak dimulai, tercatat 19 pegawai diantaranya reaktif Corona dan seluruhnya langsung dilakukan swab test.

“Dari total 19 reaktif corona, 7 orang yang yang di swab dinyatakan negatif dan 1 orang pegawai dinyatakan positif corona dari Dinas Pekerjaan Umum (PU). Sementara untuk 11 pegawai lagi hasil swab belum keluar,” kata Lia kepada Selatsunda.com saat dihubungi melalui telepon, Kemarin.

Baca juga  Tak Serahkan PSU, Pengembang Perumahan di Kota Serang Terancam Sanksi Pidana

Ia mengungkapkan, saat ini pihaknya masih menunggu hasil swab dari 19 pegawai yang dinyatakan reaktif covid-19.

“Hasil swab sendiri cukup lama keluarnya. Bukan hanya di Cilegon tapi hampir seluruh Indonesia. Menunggu hasil swab, kami meminta 19 pegawai dilakukan isolasi mandiri di rumahnya dan tetap diawasi oleh tim kesehatan milik Dinkes Cilegon,” pungkasnya.

Sementara Kepala Dindik Kota Cilegon, Ismatullah menuturkan, pihaknya telah mengikuti rapid test yang diselenggarakan pemkot. Dari 150 pegawai, 4 pegawai  dinyatakan reaktif corona.

“Kita (Dindik) dapat kuota sebanyak 188, tapi pegawai yang datang mengikuti rapid tes ada 150. Dari 150 itu ada 4 pegawai yang reaktif Covid -19 ” kata Ismatullah.

Baca juga  Diduga Rem Blong, Truk Pengangkut Cairan Kimia Terguling di SPBU Grogol

Ia menambahkan, empat pegawai reaktif ini akan dilakukan swab dan diminta untuk isolasi mandiri di rumahnya.

“Pegawai yang reaktif ini tentunya kita tindaklanjuti yakni melakukan swab dan isolasi mandiri . Mudah-mudahan hasil swabnya negatif,” ungkap Kadidik. (Ully/Red)