Kapolres Cilegon, AKBP Sigit Haryono diwawancara. Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Kapolres Cilegon AKBP Sigit Haryono mengingatkan seluruh anggota polisi di Polres Cilegon untuk tidak terlibat politik praktis. Peringatan ini seiring pelaksanaan kampanye para paslon (pasangan calon) Walikota dan Wakil Walikota Cilegon telah dimulai. Ancaman pencopotan ini tertuang dalam surat himbauan Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis.

“Dalam surat himbaun ini sudah jelas apabila ada anggota saya di Polres Cilegon yang melanggar hinbauan ini langsung di copot proses melalui Propam baik disiplin atau pun kode etik,” kata Kapolres kepada Selatsunda.com ditemui usai rapat evaluasi pelaksanaan Tahapan Pilkada Kota Cilegon Tahun 2020 di Pemkot Cilegon, Rabu (30/9/2020).

Ia menambahkan, sanksi pemecatan bagi anggota kepolisian ini merupakan hukuman yang cukup tinggi yang akan diterima jika tidak netral dalam pelaksanaan pilkada.

Baca juga  Baru Dibuka, Pasien OTG Corona di Rusunawa Margaluyu Kota Serang Tembus 6 Orang

“Saya kira sanksi pemecatan ini sudah cukup berat diterima anggota saya jika tidak netral dalam melaksanakan Pilkada,” tambah Kapolres.

Lanjut Sigit, semua anggota polisi wajib menjunjung tinggi netralitas dan tidak berpihak.

“Netralitas anggota Polri harus lebih dikedepankan,” pungkas Kapolres. (Ully/Red)