Wakil Ketua DPRD Cilegon yang juga anggota Fraksi Gerindra, Hasbi Sidik saat di wawancara di ruang kerjanya, Selasa (5/10/2021). Foto Ronald/Selataunda.com

CILEGON, SSC – Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Cilegon nampaknya tidak begitu puas dengan jawaban yang disampaikan Walikota Cilegon, Helldy Agustian tentang jawaban Pemerintah Kota Cilegon atas pandangan umum fraksi terhadap rancangan peraturan daerah tentang APBD Kota Cilegon tahun anggaran 2022.

Wakil Ketua DPRD Cilegon yang juga anggota Fraksi Gerindra, Hasbi Sidik menyatakan, ada banyak hal yang disorot fraksinya terkait R APBD 2022 terutama anggaran sejumlah OPD yang naik.

Menurutnya, walikota pada rapat paripurna masih belum konkret menjawab pandangan fraksinya. Hal itu menyangkut kenaikan anggaran Sekretariat Daerah (Setda) sebesar Rp 139 miliar. Anggaran itu disorot pihaknya karena naik fantastis 35 persen dari tahun sebelumnya.

“Kenaikan anggaran Setda ini baru kali ini yang naik, yang melonjak. Rupanya yang naik ini soal hibah,” ujarnya ditemui di ruang kerjanya, Selasa (5/10/2021).

Selain anggaran Setda, Fraksi Gerindra juga tidak begitu puas dengan jawaban walikota soal anggaran pada Dinas Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Perkim) yang naik Rp 56 miliar atau 105 persen dari tahun sebelumnya sebesar Rp 27 miliar.

Memang, kata Hasbi, walikota menjelaskan anggaran tersebut naik untuk pembangunan ruang terbuka hijau (RTH). Akan tetapi tidak dijelaskan secara konkret berapa dan dimana saja RTH akan dibangun. Kemudian, tahapan dan mekanisme pembangunan RTH juga tidak dijelaskan komprehensif.

Baca juga  Hingga Triwulan III 2021, Kinerja Bank Bjb Tumbuh Positif

“Alasannya kan akan membangun RTH karena menurut janji politiknya 43 RTH. Nah ini yang kami sikapi. Memang tidak semua memiliki RTH, tapi kan perlu ada pengadaan lahan dahulu, ada perencanaan, ada Feasibility Study-nya. Ini perencanaan yang sama sekali kita belum tahu seperti apa,” bebernya.

Gerindra masih mempertanyakan bagaimana rencana konkret yang dilakukan Pemkot untuk membangun RTH pada 2022. Karena menurutnya kenaikan anggaran itu terbilang fantastis.

Hasbi mengira, kenaikan anggaran untuk RTH yang besar itu belum terlalu penting. Jika menyesuaikannya dengan kondisi pandemi Covid-19 yang sampai saat ini masih belum berakhir. Belum lagi menyesuaikan masa kepemimpinan kepala daerah menjabat 3,5 tahun.

“Saya kira itu belum terlalu, karena sekarang kan masih Covid. Kalau kita bilang 43, kan bertahap. Kalau 3,5 tahun, bisa diprediksi setahunnya berapa. Ini kita tidak tahu,” bebernya.

Ia berharap, semua jawaban Pemkot terhadap pandangan fraksinya dan fraksi lain dapat dijalankan sesuai aturan. Jangan sampai anggaran yang direncanakan malah tidak mensejahterakan masyarakat Cilegon.

Baca juga  Kejari Cilegon Musnahkan Barang Bukti Narkotika dan Rokok Tanpa Cukai

“Kita tidak ber-suudzon (berprasangka buruk), tapi dalam jawaban Walikota tadi, ada honor, ada hibah. Seperti hibah, yang penting by name, by address dan itu sudah terdaftar setahun sebelumnya. Saya kira kita DPRD, tidak mempermasalahkan itu semua asal sesuai aturan,” paparnya.

Pemberitaan sebelumnnya, Pemerintah Kota Cilegon memberi jawaban atas pandangan umum fraksi terhadap rancangan peraturan daerah tentang APBD Kota Cilegon tahun anggaran 2022. Diantaranya menjawab pandangan umum Fraksi Partai Gerindra yang mempertanyakan kenaikan anggaran sejumlah OPD. Baik kenaikan anggaran pada Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Perkim) sebesar Rp 56 miliar dan Sekretariat Daerah (Setda) Rp 139 miliar.

Pembacaan jawaban ini disampaikan oleh Walikota Cilegon, Helldy Agustian saat rapat paripurna, Selasa (5/9/2021). Orang nomor satu di Kota Cilegon ini mengenai pandangan Fraksi Gerindra menyatakan, penyusunan APBD Tahun 2022 mempedomani Permendagri Nomor 27 Tahun 2021.

Helldy menjelaskan, anggaran pada Dinas Perkim naik karena terdapat alokasi pembangunan ruang terbuka hijau (RTH).
Kemudian, anggaran pada Setda juga naik karena terdapat anggaran hibah yang dialokasikan untuk menjalankan sejumlah program. Salah satunya kenaikan honor guru madrasah. (Ronald/Red)