Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa pada Setda Kota Cilegon, Mariano diwawancara di kantornya, Rabu (6/10/2021). Foto Ronald/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa pada Sekretariat Daerah Kota Cilegon, Mariano mengingatkan agar Panitia/Pokja Unit Layanan Pengadaan (ULP) tidak terlibat dalam titip menitip proyek. Hal ini disampaikan Mariano menepis isu-isu miring pihak eksternal terhadap internalnya.

Mariano mengakui, isu-isu tersebut memang selalu ada didengar oleh pihaknya. Bahkan isu itu dialami olehnya saat duduk menjabat sebagai Kepala Bagian Pengadaan Barjas pada 2019 lalu.

Sejak menjabat, ia selalu menegaskan agar Pokja ULP dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya bekerja sesuai dengan aturan dan profesional.

“Dari awal saya sudah menyampaikan, sudah beberapa kali juga saya tegaskan bahwa dalam proses pemilihan, kita harus menjaga integritas,” kata Mariano ditemui di ruang kerjanya, Rabu (6/10/2021).

Baca juga  Jadi Temuan OJK, Aset Tanah BPRS Cilegon Mandiri Dijual

Saat ini, kata Mariano, mekanisme lelang pekerjaan mulai dari awal proses tender hingga penentuan pemenang dilakukan secara ketat. Apalagi seluruh tahapan telah tersistem.

Menurutnya dengan lelang tersistem tidak ada lagi celah di internalnya bahkan pihak eksternal bisa titip menitip proyek. Bilamana ada yang bermain maka akan menanggung resiko berhadapan dengan aparat hukum.

“Dalam proses pemilihan itu, aturannya sudah jelas. Proses dan mekanisme lelang harus ditempuh dengan memenuhi aturan dan prosedur. Kalau ada yang menyimpang akan berhadapan dengan masalah hukum. Saya rasa teman-teman sudah tahu dengan resikonya,” ujarnya.

Ia yakin, pokja dalam menjalankan tugasnya mendudukkan peraturan menjadi pedoman yang tertinggi. Karena kode etik diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 12 tahun 2021 tentang perubahan Perpres 16 tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan juga Peraturan Lembaga Nomor 12 Tahun 2021 tentang Pedoman Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah melalui Penyedia.

Baca juga  Duarr! Ibu Hamil di Anyer Serang Jadi Korban Sambaran Petir

“Prinsip dan etika tertuang dalam peraturan itu. Kalau menyimpang regulasi itu, siap siap saja,” tegasnya. (Ronald/Red)