CILEGON, SSC – Dewan Perwakilan Pusat (DPP) Partai Gerindra memerintahkan kadernya yakni Wakil Ketua DPRD Cilegon, Sokhidin untuk maju menjadi Bacalon Wakil Walikota Cilegon mendampingi Bacalon Walikota Cilegon, Ratu Ati Marliati dari Partai Golkar.
Perintah itu tertuang dalam Surat Keputusan (SK) nomor 06-722/Rekom/DPP-Gerindra/2020 tentang Rekomendasi Balal Calon Walikota dan Wakil Walikota Cilegon pada periode tahun 2020-2024 yang langsung ditandatangi Ketua Dewan Pembina/Ketua Umum Prabowo Subianto dan Seketatis Jendral Partai Gerindra Ahmad Muzani pada 16 Juni 2020.
Dikonfirmasi, Sekjen DPD Partai Gerindra Banten Andra Soni membenarkannya. DPP Gerindra telah merekomendasikan Ati-Sokhidin untuk maju berpasangan di Pilkada Cilegon. Meski DPD belum menerima berkas asli dari SK rekomendasi tersebut.
“Informasi yang saya terima jika DPP Partai Gerindra sudah menggeluarkan surat rekomendasi tersebut. Namun, hingga sekarang DPD (Dewan Pimpinan Daerah) belum menerima berkas asli rekomendasi tersebut,“ kata Andra Soni saat dikonfirmasi Selatsunda.com melalui sambungan telepon, Kamis (18/6/2020) malam.
Andra menerangkan, partai dalam memutuskan penetapan tersebut tentu mempertimbangkan usulan DPD yang sebelumnya telah menyodorkan 3 nama kader yakni Sokhidin, Hasbi Sidik dan Gufron. Namun dalam kontentasi Pilkada di Cilegon, Gerindra menyadari tidak dapat maju sendirian karena jumlah 8 kursi belum melampaui 10 kursi yang dipersyaratkan.
Komunikasi politik kemudian dilakukan Gerindra dengan Golkar dan juga terhadap kedua bacalon. Kedua parpol menyepakati dan memutuskan Sokhidin menjadi Bacalon Wakil Walikota dan Bacalon Walikotanya adalah Ratu Ati Marliati.
“Kita menyadari kursi kita kurang. Saat kita berkomunikasi dengan Golkar, selayaknyalah memang Golkar kursi lebih banyak,” tutur Andra yang juga sebagai Ketua DPRD Provinsi Banten.
DPD sejauh ini masih menunggu berkas SK penetapan dari DPP yang nanti kemudian selanjutnya akan menyerahkan rekomendasi ke kandidat pasangan bacalon.
Gerindra meminta, Sokhidin sebagai kader yang mendapat mandat tertinggi dari Ketua Umum DPP Gerindra, Prabowo Subianto dapat benar-benar menjalankan perintah partai. Keputusan tertinggi partai harus dipatuhi.
“Internal (partai) kita, ini perintah. Artinya ada perintah partai kepada kader. Di ADART kita kan keputusan tertinggi ada di keputusan Ketua Dewan Pembina dalam hal ini Ketua Umum, harus dipatuhi,” jelasnya.
Sementara itu, Bacalon Wakil Walikota Cilegon, Sokhidin dikonfirmasi enggan memberikan tanggapan.
“Saya lagi rapat koordinasi di Tangsel (Tangerang Selatan-red),” ujarnya melalui pesan singkat.
Terpisah, Sekertaris DPD II Partai Golkar Kota Cilegon Sutisna Abbas mengaku bersyukur. Katanya, dengan adanya rekomendasi itu menandakan koalisi Golkar dan Gerindra berlanjut.
“Berarti koalisi berlanjut, seperti pilkada-pilkada sebelumnya. Ini memang sesuai harapan kami, untuk kembali bergabung dengan Partai Gerindra,” ucapnya.
Untuk langkah selanjutnya, kata dia, Golkar secepatnya akan menyampaikan hal ini kepada partai yang telah berkoalisi.
“Kemarin rekomendasi Partai Nasdem kan masih satu calon. Karena sekarang sudah dua, kami sudah layangkan surat pemberitahuan agar surat rekomendasi direvisi menjadi satu pasangan,” katanya.
Lebih lanjut Sutisna menjelaskan, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dalam waktu dekat akan menyatakan dukungannya kepada Partai Golkar.
“Saya sudah menerima informasi, SK rekomendasi dari DPP PKB akan turun beberapa hari kedepan. Bentuknya sudah berpasangan, yakni Ibu Ati dan Pak Sokhidin,” ujarnya. (Ully/Red)

