Bank Indonesia Banten menyelenggarakan kegiatan Economic Outloxk 2021 yang digelar di Hotel Mambruk, Anyer, Kabupaten Serang, Sabtu (7/11/2020), Kemarin.

SERANG, SSC – Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Banten saat ini telah mengatur berbagai kebijakan moneter dalam menghadapi resesi ekonomi global 2020. Salah satu kebijakan yang akan dilakukan dengan melonggarkan kebijakan moneter hingga 2021 mendatang.

Kepala Tim Advisory Ekonomi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten Purwanto mengatakan, kondisi resesi saat ini dipengaruhi oleh tekanan pandemi Covid-19, terutama pada penurunan permintaan domestik. Begitu juga konsumsi rumah tangga di tengah kinerja positif sektor eksternal.

Jika dilihat kondisi pertumbuhan ekonomi di triwulan II 2020, kata Purwanto, kondisinya mengalami resesi ekonimi. Oleh karena itu, beberapa kebijakan yang dilakukan oleh Bank Indonesia diantaranya dengan memangkas suku bunga acuan, memangkas bunga kredit, melonggarkan uang muka rumah dan kendaraan berbasis listrik, kerja sama dengan pemerintah mempercepat belanja daerah, melakukan FGD dan mendorong sektor-sektor usaha yang aman menjadi satu acuan.

Baca juga  Diduga Sakit, Warga Bojonegara Ditemukan Tewas di Hotel Regent

“Dengan kebijakan ini akan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi,” ungkap Purwanto dalam paparannya dalam acara Economic Outloxk 2021 yang digelar di Hotel Mambruk, Anyer, Kabupaten Serang, Sabtu (7/11/2020), Kemarin.

Ia berharap dengan pelonggaran kebijakan ekonomi moneter ini akan resesi dapat berakhir pada 2021. Dengan harapan, pelonggaran akan menopang pertumbuhan ekonomi.

“Dengan penurunan suku bunga acuan akan berdampak kepada penurunan suku bunga simpanan dan kemudian ke suku bunga pinjama serta dengan penurunan suku bunga pinjaman tersebut, diharapkan akan mendorong industri dan sektor riil untuk mengambil kredit yang digunakan menjalankan usaha sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi,” harapnya. (Ully/Red)