20.1 C
New York
Kamis, September 17, 2026
Beranda Peristiwa Hari Kesembilan Pencarian, Jurnalis dan Kru Kapal yang Hilang di Selat Sunda...

Hari Kesembilan Pencarian, Jurnalis dan Kru Kapal yang Hilang di Selat Sunda Masih Belum Ditemukan

0
32

PANDEGLANG, SSC — Pada hari kesembilan, Rabu (16/9/2026), pencarian lima jurnalis dan tiga kru kapal speed boat Arupadhatu 1 yang mengalami hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten masih belum ditemukan oleh Tim SAR Gabungan.

SAR Gabungan dalam pencarian itu mengerahkan sebanyak 22 alut laut untuk menyisir wilayah pencarian yang dibagi ke dalam delapan sektor dengan total luas sekitar3.439 mil laut persegi. Operasi melibatkan unsur Basarnas, TNI, Polri, serta potensi SAR lainnya.

Penyisiran dilakukan mulai dari wilayah barat Teluk Belimbing, bagian barat laut Pulau Panaitan, Perairan Ujung Kulon, hingga sejumlah area di sekitar Gunung Anak Krakatau. Pencarian juga dilakukan di wilayah barat dan pesisir Anyer–Carita, perairan sekitar Pulau Sebesi, Pulau Sibuku, serta wilayah perairan Lampung.

Sejumlah unsur yang terlibat dalam pencarian antara lain KRI Dewa Kembar, KRI Leuser, KRI Lepu, KRI Kerambit, KRI Teluk Gilimanuk, KN SAR Tetuka, KN SAR Basudewa, KN SAR Antasena, KN Damaru, KAL Anyer, KAL Pahowang, KP Sanjaya, RIB 02 Banten, RIB 02 Lampung, RBB Pulau Peucang, serta sejumlah kapal KP Polairud.

Selain pencarian di laut, Tim SAR Gabungan juga melaksanakan pemantauan menggunakan dua unit drone thermal Basarnas. Upaya pencarian diperluas melalui pemapelan kepada Kantor SAR Bengkulu untuk melakukan penyisiran darat dan pemantauan menggunakan rubber boat di wilayah pesisir Pulau Enggano dan Perairan Bengkulu.

Namun, hingga seluruh rangkaian pencarian pada hari kesembilan selesai dilaksanakan, keberadaan delapan korban maupun speed boat Arupadhatu 1 masih belum ditemukan. Hasil operasi SAR hari kesembilan dinyatakan nihil dan pencarian akan kembali dilanjutkan pada Kamis (17/9/2026).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad mengatakan, Tim SAR Gabungan telah mengoptimalkan seluruh unsur dan sarana yang tersedia untuk memperluas wilayah pencarian.

“Pada hari kesembilan, pencarian kembali kami laksanakan melalui delapan sektor laut dengan mengerahkan 22 alut. Penyisiran dilakukan di sejumlah wilayah Perairan Selat Sunda, termasuk sekitar Gunung Anak Krakatau, Ujung Kulon, Pulau Panaitan, Pulau Sebesi, hingga wilayah perairan Lampung. Namun, sampai dengan operasi berakhir, hasil pencarian masih nihil,” ungkapnya.

Operasi SAR, kata Al Amrad akan terus dilanjutkan hingga hari ke 10 dengan mempertimbangkan hasil evaluasi, perkembangan situasi, serta kondisi cuaca dan gelombang di wilayah pencarian.

“Pencarian akan kami lanjutkan besok dengan tetap mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada. Setiap informasi yang berpotensi berkaitan dengan keberadaan korban akan ditindaklanjuti dan diverifikasi oleh Tim SAR Gabungan,” sambungnya.

Adapun kondisi cuaca selama pelaksanaan operasi SAR hari kesembilan terpantau cerah berawan, dengan angin bertiup dari arah tenggara berkecepatan 10 hingga 20 knot dan tinggi gelombang berkisar antara 0,5 hingga 3,5 meter. (Ronald/Red)