Wakil Walikota Cilegon, Sanuji Pentamarta menyerahkan program bantuan pinjaman modal usah untuk para UMKM khsusus pengguna KCS (Kartu Cilegon Sejahtera),” belum lama ini. Foto : Dokumentasi Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Walikota dan Wakil Walikota Cilegon, Helldy Agustian-Sanuji Pentamarta (Helldy-sanuji) akhirnya secara perlahan mulai mencairkan dana pinjaman modal usaha untuk 105 pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil Menenggah) khsusunya bagi yang telah memiliki Kartu Cilegon Sejahtera (KCS).

Penyerahan dana pinjaman modal usaha ini, telah diberikan dibagi atas 3 kecamatan di Kota Cilegon, yaitu, Kecamatan Ciwandan, Kecamatan Jombang dan Kecamatan Cilegon, pada Kamis (12/8/2021) kemarin.

Kepala UPT PDB (Pengelolaan Dana Bergulir) pada Dinas Koperasi dan UMKM Kota Cilegon, Yesi Yunita membenarkan, l Dinas Koperasi dan UMKM telah mencarikan dana pinjaman modal usaha untuk pelaku UMKM yang diprioritaskan bagi pemilik KCS. Perlu diketahui, KCS merupakan janji kampaye Helldy-Sanuji saat Pilkada 2020 lalu.

“Karena sekarang masih kondisi PPKM Darurat Level 4, kita baru merealisasikan 40 pelaku UMKM khsusunya bagi mereka yany memiliki KCS. Bantuan dana pinjaman modal usaha bervariatif mulai Rp 1 juta hingga Rp 5 juta tergantung usaha yang digeluti oleh para UMKM tersebut,” kata Yesi kepada Selatsunda.com di kantornya,” Jumat (13/8/2021) kemarin.

Ia menjelaskan, selain memiliki KCS, syarat lainya memiliki pinjaman modal usaha ini, yaitu, harus mengikuti pelatihan yang diberikan oleh BJB Cabang Cilegon selama 1 hari dan telah lolos survei yang dilakukan oleh tim pendamping dari Dinas Koperasi dan UMKM.

“Bantuan untuk pelaku UMKM bentuknya bukan hibah melainkan pinjaman uang dengan bunga 0 persen. Adapun anggaran untuk pinjaman modal usaha ini di cover dari CCSR Bjb untuk Pemkot Cilegon,” jelas Yesi.

Kata Yesi, jika lama pinjaman modal pinjaman modal usaha hanya 1 tahun. Bagi pemilik KCS yang telah menerima bantuan pinjaman modal usaha ini, diminta untuk tidak menunggak kridet macet usai meminjam modal usaha tersebut.

“Kalau dibilang ada pembayaran macet atau Nunggak pasti ada. Karena memang kondisi keluarga sang penerima bantuan tersebut mengalami musibah. Tapi, karena kita sistemnya pinjaman, itulah yang harus dibayarkan oleh pelaku UMKM tersebut. Tahun ini kami menargetkan bisa menghasilkan 600 pelaku UMKM baru sedangkan di 2022 UMKM baru sebanyak 1.000 UMKM,” imbaunya. (Ully/Red).