SERANG, SSC – Bakal Calon Walikota Cilegon sekaligus Ketua DPW Partai Berkarya Banten, Helldy Agustian optimis bisa maju sebagai bacalon kepala daerah (kada) Cilegon lewat jalur politik dengan melihat hitung-hitungan kursi serta lobi-lobi yang dilakukan partainya dengan sejumlah partai politik. Bahkan dengan mengikuti tahapan pemaparan visi misi yang diselenggarakan Partai Demokrat, Helldy yakin dan percaya bisa mendapat rekomendasi.
Disampaikan Helldy usai mengikuti kegiatan Pemaparan Visi Misi Bacalon oleh Partai Demokrat di Hotel Horizon Ultima Rabu, Kota Serang, Sabtu (29/2/2020).
Lebih jauh, hitung-hitungan pemenuhan syarat minimal kursi menjadi bacalon kada dengan analisa. Sejak oktober 2019 lalu, kata Helldy, di tingkat DPP baik PKS dan Berkarya sudah menjalin koalisi. Artinya, gabungan kursi Berkarya di DPRD Cilegon sebanyak 4 kursi ditambah dengan PKS sebanyak 4 kursi akan menjadi 8 kursi. Peluang itu sudah memenuhi syarat minimal maju bacalon kepala daerah.
Bila dipercayakan Demokrat di rekomendasikan sebagai bacalon, kata dia, peluang maju makin besar. Jumlahnya akan menjadi 10 kursi dimana hitungan jumlah kursinya sama dengan yang dimiliki Parpol kursi terbanyak di DPRD Cilegon.
“Kalau PKS (dan Demokrat) gabung kan, Alhamdulillah. Sama-sama jadi 10 kursi, sama kan dengan yang sebelah (Golkar),” ujar Helldy.
Sebelumnya, empat partai politik baik PAN, Partai Berkarya, PKS dan PPP membentuk koalisi untuk Pilkada 2020 Kota Cilegon. Koalisi awal dengan bentukan nama koalisi perubahan itu mengarah pada rencana mengusung bakal calon walikota dan wakil walikota Cilegon. Koalisi tersebut dilangsungkan di Hotel Horizon, Jalan Lingkar Selatan, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Selasa (26/2/2020) malam. Hadir saat itu Bacalon Walikota, Helldy dan Bacalon Walikota dari PAN, Iye Iman Rohiman.
Selang beberapa hari, perpolitikan di Cilegon kian dinamis. Tak diduga ada kabar, Ketua DPW PKS Banten Sanuji Pentamarta bertemu dengam Iye di salah satu restoran di Kota Serang, Kamis (27/2/2020). Sanuji tidak mengelak bertemu menawarkan Iye menjadi kader karena dinilai sangat potensial mendapat rekomendasi dari PKS.
Helldy yang menanggapi itu mengaku pertemuan tersebut adalah hal yang biasa dalam politik. Pertemuan apapun hak masing-masing parpol. Sampai saat ini, lobi apapun tetap terbuka dan tidak tertutup diantara parpol pro perubahan ada perbedaan persepsi.
“Buat saya, biasa saja. Itu hak semua partai. Kita tidak bisa menutup komunikasi, atau (menutup) koalisi dengan (parpol) mana pun,” paparnya.
Yang terpenting, kata Helldy, koalisi perubahan yang baru saja dibangun dapat terus dipererat. Jangan sampai karena belum ada formasi siapa walikota dan wakil walikota, koalisi parpol perubahan yang terbangun pecah.
“Kan tadi saya bilang kita harus saling menghatgai. Jangan sampai cuman gara-gara jabatan walikota kita bermusuhan dan lainya. Jadi tetap saja kita buka komunikasi seluas luasnya untuk masyarakat, untuk pesaing kita. Kita tidak bicara musuh. Kalau untuk saat ini mungkin sama-sama beda persepsi,” harap Helldy. (Ronald/Red)

