Puluhan pelajar yang diduga hendak ikut demo diamankan aparat Polda Banten, Kamis (8/10/2020). Foto Ronald/Selatsunda.com

SERANG, SSC – Puluhan pelajar di Kota Serang dan sekitarnya diamankan aparat Polda Banten, Kamis (8/10/2020). Mereka diduga hendak ikut aksi demonstrasi besar-besaran di DPR, Jakarta.

Pelajar diamankan dari beberapa titik di Kota Serang baik di Terminal Pakupatan, sekitaran area tol, KP3 Banten dan lainnya. Mereka yang diamankan berasal dari berbagai sekolah baik dari tingkatan SMA/SMK dan SMP.

Salah seorang pelajar inisial FH (16) mengaku diundang demo lewat pesan Direct Message di media sosial. Ia bersama rekan-rekannya kemudian bergerak ke KP3 Banten. Sampai dilokasi, ia dan rekannya langsung diamankan polisi.

“Kena polisi di KP3B, lagi nongkrong disitu. Tadi diundang dari DM suruh ikut demo,” ujarnya.

Ia setelah diamankan mengaku kapok ikut-ikutan untuk berdemo. Ia tidak menyangka diamankan polisi hingga digelandang ke Polda Banten.

Baca juga  Warga Kepuh Keluhkan Hujan Debu Batubara dari Pabrik Industri

“Kapok pak kalau begini,” tuturnya.

Sementara, Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi menuturkan, sedikitnya ada sekitar 50 sampai 70 pelajar diamankan di wilayah Serang. Mereka diamankan karena diduga hendak demo ke Jakarta.

Selain di wilayah Serang, 59 pelajar di Tangerang juga diamankan. Satu diantaranya terbukti hasil tes urin dan membawa tembakau gorila.

Ia menyatakan, mereka yang diamankan banyak yang menjadi korban hasutan atas hoaks dan berita bohong.

“Kebanyakan dari para pelajar itu hanya ikut-ikutan tanpa tahu permasalahannya. Mereka terkena hasutan dan ajakan untuk demontrasi,” tuturnya.

Pihaknya menyayangkan pelajar mudah terhasut ajakan yang tidak bertanggung jawab untuk ikut berdemo. Kebanyakan dari mereka tidak paham ajakan tesebut.

Baca juga  Warga Kepuh Keluhkan Hujan Debu Batubara dari Pabrik Industri

“Ini bentuk kepolisian. Kita memiliki harapan besar agar masyarakat ini ikut menjaga kantibmas. Sayang sekali anak anak pelajar yang masih SMP, SMA SMK ngga paham hasutan. Mereka ngga paham,” paparnya.

“Harusnya mereka belajar bersama orangtuanya. Kami berharap masyarakat bijak dalam menelaah informasi. Kalau ada ajakan demo sebaiknya diabaikan. Karena sudah ada ketentuan hukumnya, cegah penularan Covid-19 dengan tidak berkerumun,” tambahnya.

Pelajar yang diamankan, kata Edy, akan dilakukan pendataan. Mereka juga akan di tes urine dan Covid-19. Hal itu dilakukan agar tidak terjadi penurunan infeksi virus Corona.

“Akan kami tes urine, karena ada yang sayup, keringatan. Itu ciri. Ini baru proses pendataan dan pemeriksaan,” pungkasnya. (Ronald/Red)