CILEGON, SSC – Ribuan buruh se-Kota Cilegon menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Kota Cilegon, Kamis (8/10/2020). Meski turun hujan, aksi buruh menolak pengesahan Undang-Undang (UU) Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja tetap berlanjut.
Pantauan Selatsunda.com, ribuan buruh sudah berada di depan DPRD sejak pukul 09.00 WIB. Hujan kemudian mengguyur gedung rakyat di Jalan Sudirman sekitar pukul 10.30 WIB.
Tampak buruh yang terdiri dari mayoritas laki-laki, pemuda dan ibu-ibu ini tetap bertahan mengikuti aksi di lokasi.
“Alhamdullilah turun. Ini berkah dan anugerah jangan sampai hujan ini menjadi terpecah berai,” kata perwakilan buruh PT Pertamina di Cilegon, Aldi dalam orasinya.
Dalam aksi kali ini, salah satu poin penolakan buruh terhadap pengesahan UU Cipta Kerja terkait hak-hak buruh perempuan. Menurutnya, hak buruh perempuan dimandulkan.
“Ini sangat dimandulkan bagi buruh perempuan. Perlu teman-teman ketahui total pekerja perempuan di Indonesia hampir 85 persen adalah pekerja perempuan. Jika undang-undang ini di sah kan otomatis sangat mensengsarakan buruh perempuan,” tambah Aldi.
Hingga berita ini diturunkan, pada pukul 11.12 WIB, ratusan buruh dari berbagai serikat mengalir berdatangan. Tampak pengamanan ketat dilakukan pihak kepolisian. (Ully/Red)

