Walikota Serang, Syafrudin berfoto bersama anak-anak dalam kegiatan Peringatan Hari Anak Nasional di salah satu tempat makan di Kota Serang, Rabu (8/9/2021). Foto Deri/Selatsunda.com

SERANG, SSC – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Serang menyatakan, kasus kekerasan anak di Kota sejak Januari hingga Agustus 2021 tercatat sebanyak 28 kasus.

“Sampai bulan (Agustus) kemarin terjadi 28 kasus. Itu kumulatif ada tercatat,” ungkap Kepala DP3AKB Kota Serang, Anton Gunawan usai kegiatan Peringatan Hari Anak Nasional di salah satu tempat makan di Kota Serang, Rabu (8/9/2021).

Anton menyatakan, jumlah tersebut didominasi kasus kekerasan fisik terhadap anak. Ada juga dari jumlah itu terdapat kasus pelecehan anak.

“Kekerasan pada anak mendominasi, baik kekerasan seksual dan kekerasan fisik” ungkapnya.

Ia menyatakan, maraknya kasus tersebut tidak terlepas karena beberapa faktor baik faktor ekonomi maupun sosial. Terlebih dimasa pandemi Covid-19 ini, penggunaan handphone yang tidak terkontrol bisa memicu perilaku anak menyimpang.

Baca juga  Kota Cilegon Kerap Banjir, Ternyata Ini Penyebabnya!

“Sekarang kan anak banyak di rumah, kita tidak tahu (yang dikerjakan). Seperti saat ini penggunaan hape, itu jadi ketergantungan,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perempuan dan Anak DP3AKB Serang, Rohmah menambahkan, sejauh ini pihaknya dalam mengantisipasi kekerasan terhadap anak menjalankan 5 program. Salah satu diantaranya menerapkan perlindungan anak dengan melibatkan kontrol dari masyarakat.

“Kita punya program, perlindungan anak berbasis masyarakat, pusat pembelajaran keluarga, forum anak dan perlindungan anak terpadu berbasis masyarakat. Kemudian ada juga, pusat pembelajaran keluarga, itu untuk konseling. Terus ada forum anak dan perlindungan anak terpadu berbasis masyarakat,” pungkasnya. (SSC-04/Red)