Wakapolres Cilegon Kompol Mirodin memberi keterangan pers terkait warga stress diduga hendak menyerang imam masjid, Rabu (8/9/2021). Foto Florida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Pihak Kepolisian Resort (Polres) Cilegon telah mengamankan ES (25), warga asal Kelurahan Jombang Wetan, Kecamatan Cilegon yang diduga stress hendak menyerang Imam Masjid Nurul Ikhlas Cilegon.

Dalam kejadian yang sempat menghebohkan warga, Polres memastikan ES tidak melakukan penyerangan.

“Tidak ada penyerangan, saudara ES juga tidak membawa barang-barang berbahaya tidak, hanya bilang kalau shalat mereka salah dan diminta bubar,” ujar Wakapolres Cilegon Kompol Mirodin kepada awak media di Polres Cilegon, Rabu (8/9/2021).

Wakapolres menyatakan, ES dari hasil pemeriksaan dan informasi keluarga memang mengidap gangguan kejiwaan. Ini dilihat dari rekam medis dari dokter yang dibawa keluarga ES.

“Rakaat terakhir (ES) langsung menerobos kepada para jamaah yang masih prosesi shalat magrib tersebut, tiba-tiba berada di depan imam masjid dan menghentikan shalat itu dan bilang shalatnya mereka (jamaah) tidak sah,” terangnya.

Baca juga  Lapas Cilegon Butuh Bantuan Pemkot  Pasarkan Hasil Karya Narapidana

Sementara itu di tempat yang sama, ibunda ES, Suryati membenarkan jika anak pertamanya itu telah mengalami gangguan kejiwaan dari sebulan yang lalu. ES dulunya bekerja sebagai penjaga toko di dekat masjid tersebut dan kerap mengamuk tak jelas. “Anak saya emang lagi gangguan jiwa dari sebulan lalu,” kata Suryati.

Ibu ES, Suryati mengatakan jika ES sempat mengalami gangguan pada kejiwaan namun kondisinya sudah sembuh. ES juga sempat meminta untuk bekerja. Akan tetapi, keinginan untuk bekerja ini tidak diizinkan oleh pihak keluarga.

“Kami (pihak keluarga) Enggak tahu kalau dia (ES) menghebohkan dunia maya dengan mengamuk dan menyerang salah satu Iman di salah satu Masjid di Cilegon. Saya tahunya di telpon Pak RT. Sekarang di rumah saya ikat,” katanya.

Baca juga  Begini Tanggapan Walikota Helldy Komentari Pernyataan Iman Ariyadi

Pasca kejadian tersebut, pihak keluarga rencananya Senin, 21 September 2021akan membawa ES untuk kembali berobat ke rumah sakit jiwa dan mencari pengobatan lain di wilayah Wonosobo, Jawa Tengah.

“Akan kita bawa pulang ke Jawa. Kalau dibawa orang kemana-mana khawatir ngamuk lagi nanti,” pungkasnya. (Ully/Red)