Hujan Lebat Hingga Malam Hari di Cilegon, Rumah Warga di Ciwandan-Citangkil Kebanjiran

0
403
Warga terdampak banjir di Lingkungan Penauan, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon tengah dievakuasi dengan perahu karet oleh petugas, Selasa (16/12/2025). Foto Screenshoot video kiriman warga

CILEGON, SSC – Hujan deras dari sore hingga Selasa (16/12/2025) malam yang menerjang Kota Cilegon mengakibatkan rumah di sejumlah kecamatan kebanjiran.

Informasi yang dihimpun, banjir di sejumlah lingkungan di Cilegon terjadi sekitar pukul 20.00 WIB. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon, Suhendi mengatakan, banjir terjadi umumnya karena saluran atau drainase lingkungan tidak dapat menampung volume air hujan sehingga meluap kerumah warga.

“Kejadian sudah malam. Tadi sore memang belum ada laporan. Mungkin karena hujan yang tidak berhenti, malam ini beberapa titik mengalami banjir,” ujarnya.

Suhendi mengungkapkan, banjir yang terjadi di Cilegon terjadi di Kecamatan Ciwandan, Kecamatan Citangkil dan Kecamatan Cilegon. Diantaranya di Kecamatan Ciwandan, banjjir menerjang Lingkungan Gandiran, Lingkungan Penauan. Sementara di Kecamatan Citangkil, rumah warga di  Lingkungan Warung Juwet juga kebanjiran.

“Pertama itu di Lingkungan Gambiran, di wilayah Penauan, Cilodan juga. Air tidak tertampung drainase sehingga meluap. Penauan juga, itu sama, mungkin (saluran) terhambat. Mungkin dikawasan industrinya, airnya besarnya sehingga pengaliran di Penauan terhambat,” ucapnya.

“Kalau di Metro itu jalan rata-rata (banjir), jalan di lingkungannya. Kalau rumah, tidak karena rumahnya sudah lebih tinggi dari jalan. (banjir di jalan) Itu juga karena luapan air hujan dari kali, kesananya menyempit,” sambungnya.

Ia menyatakan, ketinggian banjir di sejumlah wilayah tersebut bervariasi. Seperti di Kelurahan Samang Raya, Kecamatan Citangkil, sebagian rumah warga yang terendam banjir, ketinggiannya bisa mencapai 1 meter. Sementara di Lingkungan Gambiran, kurang lebih 40 centimeter atau setinggi lutut orang dewasa.

“Kalau di Gambiran itu, sekitar 40 centimeter, ada sekitar selutut. Untuk yang satu meter itu di Samang Raya, kalau tidak salah. Tapi tidak luas, cuman beberapa rumah, hanya dalam saja,” paparnya.

Adanya peristiwa tersebut, kata Suhendi pihaknya telah menerjunkan personel dan peralatan. Beberapa warga yang yang terdampak banjir khususnya lansia dan anak-anak, dievakuasi dengan perahu karet.

“Yang menggunakan perahu karet itu untuk membantu evakuasi, yang (banjir) dalam. Mungkin untuk anak kecil, manula, kita gunakan perahu karet. Kalau yang kuat, masih jalan. Anggota kami dilokasi masih, yang dievakuasi tentu dibantu,” ujarnya.

Pihaknya belum dapat memperkirakan berapa jumlah rumah warga yang terdampak akibat peristiwa banjir tersebut. Namun perkiraan awal, sebanyak puluhan rumah yang kebanjiran.

“Karena kejadian malam, pendataan ini masih terus berjalan. Nanti mungkin semua setelah di assement, baru ada jumlahnya. Yang ketahuan itu (saat ini) hanya beberapa lokasi saja. Mudah-mudahan cuman puluhan,” harapnya. (Ronald/Red)