Berbagai produk UMKM Kota Cilegon ditampilkan dalam kegiatan Bussiness Matching dan Ekspo Produk Program Inkubasi Wirausaha, pelaku UMKM di Kota Cilegon, Rabu (29/11/2023). Foto Ronald/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Lembaga Kawasan Sains dan Teknologi (LKST) Universitas Institut Pertanian Bogor (IPB) mengharapkan, dengan kegiatan Bussiness Matching dan Ekspo Produk Program Inkubasi Wirausaha, pelaku UMKM di Kota Cilegon dapat naik kelas.

Kepala Lembaga Kawasan Sains dan Teknologi Universitas IPB, Erika Budiarti Laconi mengatakan, LKST Universitas IPB selama dua tahun menjalin kerja sama dengan Dinas Koperasi dan UMK Kota Cilegon berkomitmen meningkatkan kreatifitas dan talenta UMKM Cilegon.

Tahun lalu sedikitnya 100 UMKM Cilegon diberikan pelatihan oleh pihaknya dan UMKM dinilai telah berhasil. Saat ini ada sebanyak 95 UMKM yang diberikan bussiness matching dan pelatihan.

Selama dua tahun dari jumlah UMKM yang mengikuti pelatihan, kata Erica, hasilnya sudah sangat bagus.

“IPB sudah bekerjasama ini tahun kedua dengan dinas koperasi. Tahun lalu kita membina 100 UMKM dan kami rasakan cukup berhasil. Dan tahun ini kita bekerja kembali untuk meningkatkan 95. Tentunya IPB sebagai perguruan tinggi yang juga banyak beberapa inovasi, dan membina start up kita ingin membina start up dan UMKM di Cilegon,” ungkapnya usai kegiatan, Rabu (29/11/2023).

“Dari kemarin yang sudah kita lakukan, cukup menggembirakan dan semua kreativitasnya sangat bagus,” sambungnya.

Erika menerangkan, usaha yang dijalani pelaku UMKM agar tetap bagus dan berkualitas perlu terus diberikan pendampingan. Kata dia, pendampingan itu perlu dilakukan secara berkelanjutan. Bukan hanya menerima program tetapi prosesnya juga perlu diikuti. Baik pembuatan produk, pengemasan hingga paham menentukan target pasar.

Baca juga  Satu Anggota KPPS di Kota Cilegon Dikabarkan Meninggal Dunia

“Tentunya ibu-ibu ini semua perlu pendampingan dari secara kontinu tidak hanya secara by program, tapi pendampingan bagaimana mereka membuat produk, kemudian memproduksinya, memasarkannya kemudian mengemasnya dengan baik dan juga menguji kualitasnya. Dan tidak kalau penting adalah market, perlu pasar,” paparnya.

Ia menyatakan, dengan kegiatan bussiness matching dan pelatihan yang diadakan pihaknya, diharapkan pelaku UMKM dapat naik kelas. Di mana pelaku UMKM dapat bertemu dengan mitra untuk berkolaborasi bisnis.

“Didalam kelas usaha, kan ada kelasnya. Makanya sekarang ini kan kelas pemula, start up. Kalau tahun lalu sudah middle. Harapan kita scale ini bisa ketemu dengan mitra. Mereka akan naik kelas kalau sudah kolaborasi sinergis dengan yang ada disini. Salah satu contoh ada mitra yang menggandeng, atau tadi ada industri atau mitra yang menggandeng untuk ibu-ibu ini,” harapnya.

Sementara itu, Asisten Inkubator Bisnis pada LKST Universitas Institut Pertanian Bogor (IPB), Deva Primadia Almada menambahkan, kegiatan Bussiness Matching dan Ekspo Produk yang diselenggarakan pihaknya merupakan tahap akhir program inkubasi wirausaha UMKM Cilegon. Dalam kegiatan, UMKM bertemu dengan mitra bisnis.

Menurut Deva, UMKM yang mengikuti pelatihan dan pendampingan program inkubasi pada 2022, output kinerja usahanya cukup baik yakni terdapat peningkatan 20 hingga 50 persen.

“Kalau ambil dari 2022 sampai sekarang. Itu beberapa output kinerja usahanya cukup baik, kalau peningkatannya 20-50 persen. Mulai dari omset jumlah tenaga kerja, perbaikan kemasan dan juga izin edar. Termasuk juga wilayah pemasaran. Ini 20 sampai 50 persen ini peningkatan kinerja usaha,” terangnya.

Baca juga  KPU Cilegon Beri Santunan Rp 42 Juta Kepada Keluarga Anggota KPPS yang Meninggal Dunia

Ia pun mengharapkan agar UMKM Cilegon dapat mempertahankan produknya untuk naik kelas. Baik dengan menjaga dari sisi rasa, kemasan hingga perlu memenuhi aspek legalitas produk. Serta mengikuti perkembangan zaman yakni memasarkan produk dengan digital marketing.

“Jadi rasa yang enak dengan kemasan yang menarik plus izin edar produk yang sesuai, itu akan bisa cepat naik kelasnya. Ditambah kalau mau sekarang inovasi teknologi di bidang pemasaran dan digital marketing perlu difokuskan dikenalkan ke UMKM, agar produknya dikenal luas,” ungkapnya.

Sementara, Kepala Bidang UMKM pada Dinas Koperasi dan UMK Kota Cilegon, Eli Amalia bersyukur dengan pelatihan dan pendampingan yang diberikan oleh IPB, UMKM di Kota Cilegon terdapat peningkatan. Dari tahun 2022 hingga saat ini, pelaku UMKM yang mengikuti program inkubasi Dinas Koperasi dan UMK Cilegon sebanyak 220 UMKM.

“Jadi jumlah dari 2022 sampai 2023 kita sudah menginkubasi 220 UMKM,” ujarnya.

Eli menyatakan, pihaknya dalam memberikan pembinaan kepada UMKM memberi banyak kemudahan. Kata Eli, kemudahan-kemudahan itu baik sisi perizinan, pembuatan produk, hingga kemasan, pemasarannya dan hal lainnya.

“Untuk pelaku UMKM yang dibina Alhamdulillah omsetnya meningkat. Kemudian kita juga memberikan fasilitas, menfasilitasi, perizinan dari nib, haki halal, PRT PKP, uji masa simpan kemudian ada BPOM. Kita fasilitasi semua. Kemudian kemasan juga ada. Awalnya dengan plastik biasa, setelah difasilitasi kita beri kemasan menjadi bagus,” pungkasnya. (Ronald/Red)