Jalan Lingkar Selatan Kota Cilegon yang rusak, Beberapa bulan lalu. Foto Dokumentasi

CILEGON, SSC – Tim Pelaksana Rekonstruksi Jalan dan Jembatan Jalan Aat Rusli (JLS) menggodok rencana perbaikan enam jembatan serta rehab jalan rusak di dua titik di JLS. Perbaikan yang bersumber dari anggaran yang dikumpulkan dari kalangan industri ini membutuhkan anggaran hingga Rp3,4 miliar.

Ketua Tim Pelaksana Rekonstruksi Jalan dan Jembatan Jalan Aat Rusli (JLS) Kota Cilegon Irwan Sambilani mengatakan, pembahasan tersebut terungkap saat tim mengadakan rapat di Bappeda Kota Cilegon, Selasa (12/1/2021).

“Ada beberapa hal yang kami bahas pada pertemuan ini. Mulai keterbutuhan anggaran, serta titik mana saja yang perlu diperbaiki atau pemeliharaan,” ungkapnya, Jumat (15/1/2021).

Irwan menyatakan, memang dalam rapat tersebut belum dibahas secara spesifik. Namun sudah ada enam jembatan dan dua titik jalan yang akan diperbaiki dan dilakukan pemeliharaan.

Baca juga  Setahun Pademi, Puluhan Tenaga Medis di Cilegon Positif Terpapar Corona

“Tadi sudah ada penjelasan, tapi saya meminta data lebih detail. Itu akan dibahas pada pertemuan berikutnya,” tuturnya.

Untum merealisasikannya, kata Irwan, pihaknya meminta agar Dinas PUTR Kota Cilegon untuk membuatkan proposal guna diserahkan ke pihak industri. Seleksi pemilihan pelaksana kegiatan juga diminta untuk diserahkan ke pihak industri.

“Kami ingin kualitas perbaikan jalan dan jembatan nanti, sesuai standar industri. Makanya, lelang pelaksana kegiatan saya minta tidak ditentukan oleh Pemkot Cilegon, tapi oleh kalangan industri,” paparnya.

Sementara itu, Pengawas Pelaksana Rekonstruksi Jalan dan Jembatan Sabri Wahyudin menerangkan, pada rapat tersebut dilakukan pula penambahan anggota. Yakni dari unsur Aptrindo selaku perwakilan dari pengusaha truk.

Baca juga  RPJMD 2021-2026, Dishub Cilegon Gagas Program Jasa Pergudangan Barang Hingga Lanjutkan Saum

“Tadi ada usulan penambahan anggota pula, yakni dari kalangan pengusaha truk. Ini agar mereka pun ikut andil dalam rangka perbaikan,” terangnya.

Mengenai proposal, kata Sabri, akan selesai disusun akhir Januari. Setelah isi proposal dibahas, barulah dibagikan ke kalangan industri.

“Pada proposal itu, akan tertuang secara detail terkait apa saja yang perlu diperbaiki hingga pada kebutuhan anggarannya,” pungkasnya. (Ronald/Red)