20.1 C
New York
Sabtu, Mei 2, 2026
BerandaPeristiwaIni Cerita Pemasang Spanduk di Serang yang Tertipu Petinggi King Of The...

Ini Cerita Pemasang Spanduk di Serang yang Tertipu Petinggi King Of The King

-

SERANG, SSC – Baik Tarmidi (50) dan Asmawi (50) tidak menyangka menjadi korban penipuan dari Syrus Manggu Nata (SMN), seorang Pimpinan King Of The King Provinsi Banten Indonesia Mercusuar Dunia  (IMD). Gara-gara memasang spanduk King of King, aksi kedua korban itu menghebohkan sejagat Kota Serang.

Dibalik kehebohan itu, ada cerita yang membekas bagi kedua korban. Dari cerita Tarmidi, kejadian itu awalnya bermula dari pertemuan kedua korban dengan JB, pria asal Tangerang yang katanya berbisnis pembebasan tanah. Pertemuan itu terjadi pada september tahun lalu. Dalam pertemuan itu, JB menanyakan lokasi pebebasan tanah di Kabupaten Serang.

“Jadi kita Karawaci itu tujuanya itu masalah pembebasan tanah, kita ketemuan lah di Tangerang sama pak haji JB, dia itu Owner,” ujar Tarmidi kepada selataunda.com, Jum’at (31/1/2020).

Baca: Spanduk King Of The King Geger di Serang, Polisi: Pemasang Jadi Korban Penipuan

Setelah tiba di Kediaman JB, tiba-tiba keduanya disuruh untuk mengunjungi Pimpinan Provinsi Banten IMD, MSN.
Sesampainya di kediaman MSN, obrolan yang tadinya membahas masalah pembebasan tanah berubah menjadi obrolan lain yakni bahasa ‘aset amanah’.

“Jadi awalnya kan permasalahanya dari Serang itu masalah pertanahan awalnya, setelah itu dicancel masalah pertanahan ini, barulah dia ngebuka obrolan bahwa artinya ada aset amanah gitu,” ucapnya.

Sempat bertanya terkait aset amanah yang dimaksud, namun Tarmidi tidak mendapat jawaban yang dipahaminya. Ia pun akhirnya tak lagi menanyakannya lebih jauh dan balil ke Kota Serang.

“Saya pikir, saya kurang begitu paham, kurang begitu tanggap karena awalnya kita masalah pertanahan bukan masalah aset, dari situ yaudah karena magrib, kita shalat magrib, setelah shalat, yaudah kita engga ada obrolan lagi, kita pulang ke Serang,” tuturnya.

Tidak putus disitu, pertemuanpun kembali berlanjut. Koban kembali bertemu MSN di pertengahan Januari 2020. Korban sebelum bertemu mengaku, sempat dimintai data tentang anak yatim piatu dan panti jompo oleh SMN. Korban pun menyanggupinya membawa data yang diminta. Ada sekitar 800 yatim dan jompo yang berasal dari 3 daerah, Kota Serang, Kabupaten Serang dan Kabupaten Pandeglang.

Kedua korban makin heran pertemuan dengan MSN. Merek diminta MSN untuk selalu mendoakan agar cepat cair.

“Terakhir itu cuma udah pak Ustad kita doain aja mudah-mudahan tidak ada halangan apa apa, mudah-mudahan cepat keluar,” katanya.

Tidak lama setelah kembali dari Tangerang, Asmawi mengaku mendapat kabar MSN akan datang ke Serang. MSN saat itu, kara Aswari, berniat memasang spanduk King of King. Tanpa ragu dan banyak bertanya, spanduk langsung dipasang.

“Nganterin sendiri dari tangerang dia sendiri saya jemput, pak Nata naik bis, saya jemput di tol Cilegon timur, saya bawa ke Rumah, ngobrol ngobrol suruh dipasang biar masyarakat mengetahui katanya gitu,” paparnya.

Asnawi sempat kembali bertanya mengenai spanduk

“Setelah itu saya tanya nantinya gimana, ya gak ada apa-apa inimah, gitu katanya. Karena saya tugas suruh masang, ya saya pasang ajah,” imbuhnya.

Berdasarkan keterangan Asmawi, dirinya tidak tahu menahu terkait jumlah uang yang akan diberikan MSN kepadanya untuk dibagian kepada anak yatim.

“Engga nyebut uang itu darimana belum bilang berapa berapanya mah, cuma bilang kalau sudah turun, nanti tanggal 30 maret itu setelah turun akan dikonfirmasi untuk dibagikan ke panti jompo dan anak yatim piatu,” paparnya.

Mengetahui perbuatanya tersebut salah, Anmawi mengatakan dirinya menyesal. (MG-01)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -DEWAN 2