Camat Jombang, Junaedi didampingi para lurah melakukan silaturahmi dengan Pokja Wartawan Harian Cilegon di Kantor Kecamatan Jombang, Kota Cilegon, Jumat (14/2/2020). Foto Elfrida Ully Artha/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – TKA China yang tinggal di Kota Cilegon sempat diisukan terpapar virus corona, beberapa waktu lalu. Isu itu pun kemudian meresahkan masyarakat. Pemerintah Kota Cilegon langsung kemudian mengklarifikasi informasi yang beredar.

Dibalik keresahan itu, TKA China yang diketahui mengontrak di Taman Cilegon memilih sendiri untuk pindah ke mess di area Kawasan Industri PT Wilmar, tempat mereka bekerja.

Camat Jombang Ahmad Junaedi mengatakan, jauh sebelum isu virus corona merebak, pemerintah telah mencatat ada sebanyak 24 TKA China tinggal di Taman Cilegon. TKA yang tercatat bekerja di Kawasan Industri Wilmar ini sudah tinggal sejak Februari 2019 dan telah melaporkan identitas mereka di RT dan RW setempat.

“Dia (TKA) sudah dari awal tinggal disitu, melapor ke RT RW setempat. Itu mereka sudah berdomisili sekitar bulan Februari 2019,” ungkapnya kepada wartawan yang tergabung dalam Pokja Wartawan Harian Cilegon (PWHC) di Aula Kecamatan Jombang, Jumat (14/2/2020).

Baca juga  Ini Besaran UMK 2022 Yang Ditetapkan oleh Gubernur Banten

Lurah Sukmajaya, Ade Rizki yang mendampingi Camat dengan para lurah lainnya menambahkan, seiring waktu berjalan terdapat 4 dari 24 TKA yang kembali ke negaranya untuk merayakan Hari Imlek. Jumlahnya kemudian menjadi sebanyak 20 TKA.

“Tadinya 24 orang, sebelum imlek 4 orang itu pulang dan tidak kembali lagi. Cuman karena pemberitaan sudah nasional, kemudian ada kekhawatiran warga, pihak RT RW meminta data. Dan Wilmar memberi data juga. Semua data itu lengkap,” tuturnya.

Sejak saat itu, warga kemudian mulai resah
ditengah isu merebaknya virus corona bahwa ada kabar TKA China yang sebelumnya berangkat kenagaranya untuk merayakan Imlek, kembali ke Cilegon. Perusahaan kemudian berinisiatif memindahkan TKA yang tinggal di Taman Cilegon ke mess Wilmar dengan batas akhir hingga Sabtu, 8 Februari 2020.

“Awalnya kami tidak ada yang mengarahkan, untuk dia keluar, tapi dia sendiri. Dia punya komitmen, dan menyatakan ditarik per sabtu, 8 februari terakhir, semua akan kosong. Itu bukan diusir, tapi dia lebih kepada jngin nyaman, tidak dicurigai dan dia memilih tempat yang aman,” ungkap Camat Junaedi kembali.

Baca juga  Pemkab Serang Bongkar Tujuh THM di JLS Cilegon

Ade menegaskan, pemberitaan TKA diduga terpapar virus corona yang belakangan beredar di masyarakat tidaklah benar. Pemberitaan itupun sudah diklarifikasi Pemkot Cilegon pada Kamis, 6 Februari 2020 lalu. Dari data jumlah terakhir TKA China di Taman Cilegon tidak terdapat penambahan dan negatif terpapar virus corona.

“Tidak ada. Itu tidak betul. Data kita 20 orang,” ungkapnya.

Selama ini, kata Ade, kedua puluh TKA selama tinggal di Taman Cilegon bersikap baik. Bahkan mereka membaur dalam kegiatan yang digelar warga.

“Tidak ada pengusiran, karena mereka sudah tinggal setahun disitu. Dan memang membaur dengan warga. Kalau ada kegiatan, ada rapat di lingkungan, mereka ikut kumpul,” tandasnya. (Ully/Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini