Ketiga pelalu yang diduga melakukan penganiayaan salah seorang warga Mancak di JLS, beberapa wakru lalu diamankan oleh Tim Resmob Satreskrim Polres Cilegon, Rabu (22/5/2019). Foto Ronald/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Tiga pelaku, AN (17) TN (16) IN (23) yang diduga melakukan penganiayaan terhadap Wahyudi (20), Warga asal Kampung Blokang, Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang di Cilegon Park, Jalan Lingkar Selatan, ditangkap petugas Reserse Mobil (Resmob) Satreskrim Polres Cilegon. Ketiga pelaku saat ini diamankan di Mapolres Cilegon.

Kasat Reskrim Polres Cilegon, AKP Dadi Perdana Putra mengatakan, kasus dugaan penganiayaan ini dipicu oleh rasa cemburu pelaku AN terhadap teman wanitanya yang saat kejadian tengah bersama korban.

“Ini karena ada kecemburuan dari salah satu tersangka terhadap korban. Korban ini pernah membonceng teman wanita pelaku. Jadi cemburu, sehingga di datangi pelaku. Saat itu teman wanita pelaku dibonceng pindah motor, dan korban dianiaya,” ujar Kasat di temui dikantornya, Rabu 22/5/2019).

Baca : Tiga Terduga Pelaku Penganiayaan Warga Mancak di JLS Ditangkap

Dari pengakuan ketiga pelaku, kata Kasat, kasus ini bermula ketika teman wanita pelaku AN sulit dihubungi. Saat itu, pelaku mendapati teman wanitanya tengah dibonceng oleh korban di Jalan Lingkar Selatan. Ketiga pelaku yang mengendari dua motor langsung menghampiri korban saat berhenti di depan perumahan Cilegon Park.

“Pelaku dan korban saling kenal. Jadi pada saat kejadian, teman wanita pelaku sulit dihubungi oleh pelaku. Saat itu perempuan ini sedang boncengan dengan korban, mereka diikuti pelaku dan berhentilah di Cilegon Park,” tandasnya.

Diduga karena pelaku AN cemburu, korban langsung dianiaya secara bersama-sama. AN yang saat itu bersama TN dan IN langsung menganiaya korban secara bergantian.

“Saat berhenti, si cewek ini disuruh geser kemotor. Cemburu, kemudian dipukul sama pelaku 1. Pelaku kedua pukul lagi, ngejorok, dorong, kepala (korban) terkena stang motor. Terus (korban) ditendak pelaku satu lagi,” ungkap Kanit Resmob, Ipda Yogie Fahrisal menambahkan.

Ketiga pelaku ini dijerat dengan pasal 171 ayat Junto 368 ayat 1 Undang-Undang KUHP dengan maksimal hukuman penjara 9 tahun. (Ronald/Red)

Komnetar anda tentang berita diatas?