Raperda RTRW disetujui dan ditandatangani menjadi perda saat paripurna di DPRD Serang, Jumat (9/10/2020). Foto Istimewa

SERANG, SSC – Pembahasan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Serang telah di tandatangani oleh pemangku kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Serang. Dalam Perda tersebut, ada beberapa daerah yang akan dijadikan daerah industri seperti Kecamatan Walantaka dan Kecamatan Kasemen.

Walikota Serang, Syafrudin beralasan, kedua wilayah itu memiliki lahan tidak produktif yang seharusnya bisa dimanfaatkan lebih baik.

“Oleh karena itu kami (Pemkot Serang) berinisiatif dengan menggunakan lahan tidak produktif yang akan di jadikan daerah industri,” ujar Walikota Serang, Syafrudin kepada awak media usai rapat paripurna Persetujuan Raperda RTRW Kota Serang di gedung DPRD Serang, Jumat (9/10/2020).

Lahan tidak produktif yang dimaksud seperti lahan kering di Kecamatan Walantaka dan empang yang telah terkontaminasi limbah di Kelurahan Sawah Luhur.

Sebelumnya, Kota Serang telah memiliki Perda tentang RTRW yakni nomor 6 tahun 2011, karena ada kewajiban evaluasi selama lima tahun, maka Pemkot Serang tahun 2020 ini mengadakan evaluasi.

Baca juga  2 Pegawai Pengadilan Agama Serang Positif Covid-19, Persidangan Ditutup Sementara

Pihaknya berharap, masyarakat Kota Serang dapat memahami maksud adanya Perda RTRW nanti.

“Seperti apa manfaatnya jika lahan tidak produktif dapat digunakan sebaik mungkin, adapun keuntungan perekonomian dan pengangguran,” paparnya.

Sebagai orang nomor satu di Kota Serang, ia yakin RTRW ini dapat mengurangi persoalan pengangguran serta kesejahteraan masyarakat menjadi lebih baik.

“Kami berharap perubahan RTRW ini bisa diterima oleh masyarakat Kota Serang,” tandasnya.

Di lokasi yang sama, Kepala Bappeda, Nanang Saefudin mengatakan, adanya Perda RTRW bukan hanya keinginan Walikota dan Wakil Walikota Serang. Namun, mengikuti perubahan RTRW yang ada di Provinsi Banten.

“Dahulu Banten terkenal waterfront city, sekarang sudah berganti RTRW nya jadi cincin utara artinya Banten daerah industri. Dari Bonjonegara, Keramatwatu lanjut ke Kasemen, harus berubah (RTRW nya), dari Pontang Tirtayasa hBandara,” imbuh Nanang Saefudin.

Baca juga  2 Pegawai Pengadilan Agama Serang Positif Covid-19, Persidangan Ditutup Sementara

Lebih lanjut, ia mengatakan, perubahan ini juga mengikuti proyek stategis nasional dari pemerintah pusat. Adanya proyek stategis nasional, Kota Serang memiliki tol Serang-Panimbang. Bukan hanya itu, rencana pembangunan jalur double ttrack kereta api juga manfaat lain dari adanya perubahan RTRW.

“Semua sudah di bahas oleh Kementerian sudah diperhatikan, bahkan Kementerian Pertahanan sudah mempersiapkan misalnya ada cheos atau perang misalnya, titik-titik pertahanan sudah di perhatikan,” sambungnya.

Saat ini, Perda RTRW Kota Serang tahun 2020 – 2040 sudah mendekati tahap akhir. Perda ini kemudian akan disahkan Pemprov Banten yang kemudian ditindaklanjuti ke Kementerian Dalam Negeri untuk diterbitkan perda.

“Walaupun nanti akan dijadikan industri tidak serta merta diizinkan, ada amdalnya juga,” pungkasnya. (SSC-03/Red)