Jurnalis tengah berada di lokasi kecelakaan kerja Proyek Side Ramp Dermaga 4, Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Selasa (31/8/2021). Foto Ronald/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Tim Pengawas Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Banten melakukan investigasi pasca 1 pekerja tewas dalam insiden kecelakaan kerja yang terjadi di Proyek Side Ramp Dermaga 4, Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Selasa (31/8/2021).

Pantauan Selatsunda.com di lapangan, tim pengawas tiba sekitar pukul 14.00 WIB. Tim langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Dermaga 4. Tampak setelah melakukan olah TKP, tim melakukan pengumpulan informasi dari sejumlah pihak di kantor ASDP Merak.

Kepala UPTD Pengawasan Ketenagakerjaan Kota Cilegon dan Kota Serang Disnakertrans Banten, Dadan Rukandar membenarkan insiden laka kerja mengakibatkan satu pekerja meninggal dunia dan pekerja lainnya mengalami luka-luka.

Ia menyatakan, dari hasil pemeriksaan awal oleh pihaknya diperoleh kejadian terjadi saat aktivitas pengecoran pancang dengan menggunakan crane. Dalam aktivitas itu, tali atau sling crane yang mengangkat bucket terputus. Pihaknya menduga, sling bucket terputus karena mengangkut lebih muatan material serta 3 pekerja diatasnya.

Baca juga  Begini Tanggapan Walikota Helldy Komentari Pernyataan Iman Ariyadi

“Dari hasil pemeriksa awal, alat angkutnya melebihi kapasitas sehingga terjadi kelebihan beban. Sehingga terjadi sling terputus dan mengakibatkan beban yang diangkat jatuh. Sehingga menimpa pekerja yang ikut disitu,” kata Dadan usai pemeriksaan.

Dadan belum bisa membeberkan penyebab laka akibat kecelakaan murni atau kesalahan dalam menjalankan prosedur kerja. Pemeriksaan itu masih tahap awal.

“Nanti materi langsung tim yang memeriksa. Karena besok masih ada pemeriksaan lagi. Apakah karena kesalahan manusia atau musibah. Kami masih teliti dan masih ada pemeriksaan kembali sekaligus kami akan periksa semua data-data yang belum diberikan ke kami. Besok baru bisa kami simpulkan apakah kesalahan manusiawi, musibah atau seperti apa,” ujarnya.

Disnakertrans dalam investigasi masih melakukan pemeriksaan lanjutan dengN mengumpulkan informasi dan bukti-bukti. Termasuk akan memanggil 3 perusahaan baik PT ASDP, dan vendor, PT Hydro Power Technology Engineering dan konsultan pengawas, PT Gakesa Prakasa Inspector Sipil.

Baca juga  Lapas Cilegon Butuh Bantuan Pemkot  Pasarkan Hasil Karya Narapidana

“Kami harapkan 3 perusahaan ini memenuhi panggilan kami ke Kantor Disnakertrans Banten,” kata Penyidik Ketenagakerjaan Disnakertrans Banten, Rahmatullah menambahkan.

Rahmatullah menyarankan agar pihak perusahaan memberikan sepenuhnya hak kepada ketiga pekerja yang menjadi korban.

“Hak-hak korban harus dipenuhi semua oleh pihak perusahan. Termasuk hak korban yang meninggal dunia. Pihak perusahaan telah berjanji akan memberikan sepenuhnya hak para korban. Tak hanya hak untuk ketiga korban, ketiga perusahaan juga harus bisa memenuhi hak seluruh pekerja yang masih bekerja,” pungkasnya.

Pada pemberitaan sebelumnya, kecelakaan kerja terjadi di proyek Side Ramp Dermaga 4, Pelabuhan Merak, Kota Cilegon pada Senin (30/8/2021) sekitar pukul 16.40 WIB. Dalam laka kerja tersebut, satu pekerja dilaporkan tewas dan dua pekerja lain mengalami luka-luka. (Ully/Red)