20.1 C
New York
Sabtu, Maret 7, 2026
BerandaPeristiwaInvestor Korea Bakal Tanam Investasi di Cilegon Hingga Rp 18 Miliar, Olah...

Investor Korea Bakal Tanam Investasi di Cilegon Hingga Rp 18 Miliar, Olah Sampah Jadi Bahan Bakar PLTU

-

CILEGON, SSC – Perusahaan asal negara Korea Selatan yakni PT Green ECO Teknologi menyatakan akan menanamkan investasinya untuk Kota Cilegon sebesar Rp 18 miliar. Investasi ini berkaitan dengan pengolahan sampah domestik di TPSA Bagendung menjadi bahan bakar alternatif untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

Direktur PT Green ECO Teknologi, Park Ki Hong, dipilihnya TPSA Bagendung ini karena Kota Cilegon sudah lama melakukan pengolahan sampah. Akan tetapi meski sudah melakukan pengolahan sampah, Kota Cilegon masih kurang teknologi untuk mengelola sampah tersebut. Sehingga, pihaknya berkeinginan menanamkan investasinya di Cilegon.

“Saat itu kami melihat Cilegon ini yang sudah melakukan pengelolaan sampah namun teknologinya masih kurang, makanya kami memilih Kota Cilegon dalam memfasilitasi peralatannya,” kata Park Ki Hong kepada awak media usai melakukan pertemuan dan penandatanganan pengolahan sampah TPSA Bagendung yang digelar di Ruang Rapat Walikota Cilegon, Selasa (29/7/2025).

Park Ki Hong menjelaskan, rencanaya kerjasama pengolahan sampah ini dilakukan selama 10 tahun. Yang mana, semua teknologi sudah disiapkan untuk pengolahan sampah. Pengolahan sampah yang akan menjadi bahan bakar untuk disalurkan ke Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

“Yang jelas, kami sediakan alatnya. Alat yang kami bawa pun ke Cilegon ini. Sampah yang ada di TPSA Bagendung akan dibakar. Meski dibakar kita bisa mengurangi gas karbon sebanyak 40-70 persen,” ujarnya.

Lebih lanjut, proyek ini sepenuhnya dikelola oleh pihak swasta dan bukan merupakan bantuan pemerintah Korea. Di tahap awal, nilai investasi yang dikucurkan berkisar antara Rp 15 miliar hingga Rp 18 miliar.

“Untuk profit dan aspek komersial lainnya, bisa dikonfirmasi ke Pemerintah Kota Cilegon. Kami hanya fokus pada pengolahan,” tegasnya.

Ia menjelaskan, teknologi ini sebelumnya telah diterapkan secara luas di Korea Selatan dan telah menjadi rekanan resmi Kementerian Lingkungan Korea. Namun, untuk wilayah Indonesia, Kota Cilegon menjadi kota pertama yang menerapkannya.

“Tujuan utama kami adalah mengurangi polusi sampah, bukan menambahnya. Maka dari itu, proses pengolahan dilakukan secara langsung dan efisien,” ujarnya.

Volume sampah yang akan dikelola dalam proyek ini ditargetkan mencapai 80 ton per hari. Hasil pengolahan tersebut akan langsung dikirim ke PLTU sebagai bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan.

Sementara itu, Walikota Cilegon Robinsar menyampaikan, secepatnya kerjasama tersebut akan segera dilakukan untuk mengurangi sampah-sampah yang ada di Cilegon.

“Kita juga harus ambil langkah yang konkrit untuk mengurangi sampah di Kota Cilegon, jadi sampah-sampah ini juga tidak menumpuk,” ujarnya.

Politisi Partai Golkar ini mengungkapkan, proyek pengelolaan sampah ini rencananya akan mulai beroperasi pada Agustus 2025 ini. Pada tahap pertama ini, akan dimulai dengan pemberlakuan uji coba.

“Percobaan alatnya sampai Desember, kalau semuanya sudah siap nanti akan dimulai kerja samanya Januari 2026,” pungkasnya. (Ully/Red)

Administrator
Administratorhttps://selatsunda.com
Selatsunda.com adalah portal berita yang menyajikan informasi terkini, baik peristiwa, pemerintahan, politik, ekonomi, hukum, maritim dan lifestyle di Banten maupun Nasional.
- Advertisment -DEWAN 2