CILEGON, SSC – Sejumlah trotoar di Kota Cilegon makin memprihatinkan. Kondisi ini banyak dikeluhkan masyarakat karena mengalami kerusakan parah dan berlubang. Hal membuat pengguna jalan terganggu tak terkecuali juga kaum penyandang disabilitas.
Pantauan selatsunda.com, trotoar yang mengalami kerusakan sedikitnya terlihat di lima lokasi tengah kota. Seperti trotoar di jembatan Cibeber, Pertigaan Pondok Cilegon Indah (PCI), Jalan Ahmad Yani tepatnya di seberang Showroom Toyota dan di Jalan Raya Tol Cilegon Timur.
Salah seorang warga, Seta Dewo mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Kondisi tersebut, kata dia, terkesan dibiarkan saja oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) selaku dinas yang bertanggungjawab. Menurutnya, kondisi trotoar yang rusak dan berlubang selain menganggu pejalan kaki juga membahayakan.
“Saya menyayangkan kinerja yang dilakukan oleh pihak PU yang tidak pernah serius dalam urusan insfrastruktur. Apalagi, ketika saya lihat-lihat trotoar di sini tuh gak berpihak kepada mereka penyandang disabilitas,” kata Seto kepada Selatsunda.com,” Minggu (27/1/2019).

Menurutnya, pembangunan trotoar di Cilegon yang dilaksanakan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) terkesan dikerjakan asal – asalan. Karena tidak memperhatikan keselamatan bagi pengguna jalan.
“Kalau saya lihat PU ini asal dalam membangun. Sebelum membangun trotoar semestinya mereka harus lihat fungsi dan kegunaannya. Bukan hanya melihat variasi dari trotoar tersebut. Seharusnya juga, di setiap trotoar diberi tanda-tanda yang bisa membantu para disabilitas. Seperti, kalau ada sungai atau kali, tandanya titik-titik di jalur itu, kedua, kalau ada tempat pedagang atau papan iklan di trotoar, semestinya dibuat tiang agar mereka itu bisa belok menghindari adanya PKL,” ujarnya.
Semestinya, kata Seto, pembangunan trotoar juga harus mempertimbangkan aspek keterbutuhannya untuk kaum difabel. Kondisi saat ini, menurutnya, malah sebaliknya.

“Inilah yang saya khawatirkan. Semestinya sebelum membangun trotoar ini, PU sudah harus punya perencanaan yang matang. Bagi saya, keberadaan trotoar yang ada ini sangat membahayakan. Selain tidak ada rambu atau penunjuk jalan untuk mereka,” ujarnya.
Ia berharap, agar Pemkot Cilegon khususnya kepala daerah dapat memperhatikan kondisi ini bagi pejalan kaki dan kaum disabelitas.
“Semoga sih Pak Edi bisa memperhatikan kondisi ini. Dan pengguna jalan khususnya penyandang disabilitas bisa aman dalam menggunakan trotoar,” harapnya.
Sementara itu, Kepala DPU-TR Nana Sulaksana saat dihubungi melalui sambungan telepon belum terkonfirmasi dan tidak menjawab. (Ully/Red)

