CILEGON, SSC – Ketua Dewan Pengawas (Dewas) Perumda Cilegon Mandiri, Bambang Hario Bintan mengaku, jika dirinya mendapat amanat dari Walikota Cilegon, Robinsar untuk mengawasi kinerja Perumda Cilegon Mandiri.
Bambang Hario yang juga Staf Ahli Walikota ini mengaku, akan membantu Pemkot mengawasi semua kebijakan yang ada di Perumda Cilegon Mandiri.
“Sebelum definitif, saya juga ditunjuk jadi sebagai Pelaksana Tugas (PLT) Dewan Pengawas. Penunjukan saya sebagai Dewan Pengawas berlaku sejak September 2025. Posisi Dewas Perumda CM sangat strategis, yang mana saya harus bisa membantu pemegang saham dalam hal ini Pak Walikota Cilegon, Robinsar, Selasa (2/12/2025).
Bambang menjelaskan berbagai tugas yang akan dilakukan sebagai Dewas. Yakni mengawasi direksi, memberikan nasihat kebijakan, hingga evaluasi kinerja manajemen perusahaan daerah. Ia juga menegaskan bahwa Dewas memiliki kewajiban memberikan laporan berkala kepada KPM sebagai bentuk akuntabilitas.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Perumda Cilegon Mandiri tidak hanya berorientasi profit, melainkan memiliki fungsi sosial sebagaimana filosofi pembentukannya dalam Peraturan Daerah. Pelayanan air bersih bagi masyarakat menjadi indikator penting yang harus terus ditingkatkan.
“Visi-misi kepala daerah menjadi pedoman seluruh kebijakan pengawasan. Termasuk target RPJMD yang menekankan peningkatan layanan air bersih sebagai salah satu komponen mewujudkan Kota Cilegon yang sehat, maju, dan berkelanjutan,” ujarnya, Selasa (2/12/2025).
Bambang menyampaikan telah melaksanakan sejumlah rapat strategis, termasuk hearing dengan Komisi III DPRD. Pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah masukan konstruktif untuk memperkuat pengawasan dan tata kelola Perumda.
Ia juga mengungkapkan bahwa evaluasi terhadap penyusunan rencana kerja dan anggaran tahun 2026 telah dilakukan. Berdasarkan hasil penelaahan, penyusunan rencana kerja telah selaras dengan Rencana Bisnis Lima Tahunan (RBB) Perumda.
Bambang menyebut cakupan pelayanan air bersih Perumda menunjukkan tren positif. Namun demikian, perlu langkah konkret untuk memperluas jaringan layanan serta menjamin ketersediaan air baku di masa depan.
“Hal ini penting untuk memenuhi tingginya permintaan, termasuk dari wilayah Pulo Merak yang masih sering mengalami keluhan kekurangan air,” paparnya.
Ia menyoroti bahwa audit publik terhadap laporan keuangan Perumda menunjukkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), dan penilaian kesehatan perusahaan dari Kemendagri juga berada pada kategori sehat.
“Dengan capaian tersebut, fokus berikutnya adalah memperluas jaringan distribusi utama,” ungkap Bambang.
Selain itu, Ia juga memaparkan progres pembangunan jaringan distribusi air bersih, termasuk pembangunan yang telah dimulai dari wilayah Gerem hingga akan disambungkan ke proyek SPAM PUPR menuju Lembah Gede.
“Pembangunan ini diharapkan menjadi solusi bagi keterbatasan akses air bersih di daerah pegunungan dan wilayah Merak,” harapnya.
Selain APBD dan anggaran internal Perumda, kolaborasi dengan industri dan CSR perusahaan disebut sebagai opsi potensial untuk mempercepat penyediaan jaringan dan reservoir air.
Kerja sama ini dapat menggabungkan fungsi sosial dan potensi pendapatan daerah secara seimbang.
Ia juga menegaskan pentingnya koordinasi internal dengan camat dan lurah untuk pengaturan distribusi air bersih apabila jaringan dan penampungan telah tersedia.
Bambang memastikan sumber air baku juga sedang dikaji, termasuk potensi kerja sama dengan Sungai Ciberung, Sungai Makam Balung, hingga Rawa Arum. Upaya ini dilakukan agar layanan air bersih dapat merata dan berkelanjutan.
Dirinya menegaskan, dewas tidak boleh melampaui tugas teknis, melainkan memastikan agar Perumda tetap berada pada rel aturan. Ia menutup penjelasannya dengan menekankan komitmen utama lembaga.
“Yang penting bagi saya adalah melaksanakan tugas sebagai Dewan Pengawas sesuai ketentuan. Tidak boleh keluar jalur, tidak boleh mengambil alih tugas teknis. Dewan Pengawas hanya sebatas mengarahkan agar Perumda ini berjalan melaksanakan tugas pokok, fungsi, dan kewenangannya sesuai rel-rel yang telah ditentukan,” tegasnya.
Dengan berbagai capaian dan arah kebijakan tersebut, Bambang berharap Perumda Air Minum Cilegon Mandiri dapat terus meningkatkan kualitas layanan, memperluas jangkauan, dan sekaligus menjadi sumber pendapatan daerah yang tetap mengedepankan fungsi sosial bagi masyarakat. (Ully/Red)

